Sains
Mahasiswa UGM Kembangkan Spray Anti-nyamuk Herbal yang Aman dan Sehat
Uji coba dilakukan selama lima menit dan dilakukan berulang setelah lima menit selama 1 jam. Hasilnya, spray ini ampuh dalam mencegah gigitan nyamuk.
TRIBUNKALTENG.COM, SLEMAN - Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat Indonesia.
Berada di kawasan tropis, menjadikan Indonesia rentan terhadap serangan penyakit akibat gigitan nyamuk aedes aegypti sehingga berbagai produk perlindungan atau anti nyamuk bermunculan
Lima mahasiswa UGM kemudian mengembangkan sebuah formula antinyamuk sebagai salah satu langkah pencegahan penyakit demam berdarah.
Formula tersebut berupa cairan antinyamuk dari tanaman gulma pertanian yaitu daun Sudamala (Artemisia vulgaris).
"Daun ini diketahui memiliki bau yang tidak disukai nyamuk sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan antinyamuk," ujar Vika Ichsania Ninditya beberapa waktu lalu.
Ia bersama empat kawan lainnya yakni Endah Purwanti, dan Ajeng Tyas Utami dari Fakultas Kedokteran Hewan serta Aprillyani Sofa Marwaningtyaz dan Nadia Khairunnisa dari Fakultas Farmasi mengembangkan formula dari antinyamuk berbahan herbal.
Vika menyebutkan bahwa telah banyak produk antinyamuk yang beredar dipasaran. Namun dalam penggunaanya belum ampuh untuk mencegah gigitan nyamuk dan dapat menimbulkan efek samping seperti resistensi dan gangguan kesehatan.
"Formula yang kami buat tak hanya mencegah gigitan nyamuk di kulit, namun juga aman bagi tubuh," sebutnya.
Ia mengatakan, formula tersebut dikembangkan dalam bentuk spray atau obat semprot dengan nama ARTS atau kependekan dari Artemisia vulgaris terbuat dari ekstrak daun Sudamala.
Tanaman Sudamala ini banyak tumbuh di dataran tinggi seperti Wonosobo, Jawa Tengah.
Untuk mengetahui efektivitas daun Sudamala sebagai antinyamuk, mereka melakukan penelitian dengan menguji ekstrak daun Sudamala.
Uji pertama yaitu uji efektivitas ekstrak daun Sudamala yakni, ekstrak daun Sudamala di masukkan kedalam botol lalu dimasukkan 20 nyamuk dibiarkan hingga 2 jam.
“Hasilnya ekstrak daun Sudamala dengan konsentrasi 5.700 mikrogram mampu membunuh 50 persen nyamuk yang dimasukkan ke botol,” jelasnya.
Selanjutny uji repellent assay untuk membuktikan keampuhan ekstark daun Sudamala dalam meNcegah gigitan nyamuk.
Mereka melakukan uji gigitan nyamuk dengan memasukkan tangan yang telah disemprotkan cairan ARST ke dalam kotak berisi 50 nyamuk betina.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/tribun-kalteng-spray-anti-nyamuk-mahasiwa-ugm_20170611_111737.jpg)