Info Sehat
Kenali Kanker Serviks dan Kanker Lainnya Lewat Bau
Bau yang tidak sedap itu muncul karena keputihan atau cairan yang keluar dari vagina luar biasa banyak sehingga menimbulkan bau seperti bau busuk.
TRIBUNKALTENG.COM - Penderita kanker membutuhkan perawatan ekstra, yaitu perawatan medis dan juga dukungan keluarga untuk meningkatkan semangat hidup mereka.
Namun menurut Prof. Dr. dr. Andrijono, Sp.OG (K)., pada kasus penderita kanker serviks, banyak keluarga yang justru menolak untuk mengurus penderita. Duh, sungguh memprihatinkan!
Alasannya cukup mengejutkan. Kata Andrijono, penyintas kanker serviks kerap menimbulkan bau tidak sedap. Bahkan, untuk membedakan kanker serviks dengan kanker lainnya bisa mudah dikenali dari baunya.
"Biasanya keluarga malas mengurusnya, anak juga tidak mau mengurusnya. Salah satunya karena bau khasnya itu. Problem seperti ini banyak, lo," katanya saat ditemui di The Hermitage, Menteng, Jakarta Pusat.
Bau yang tidak sedap itu muncul karena keputihan atau cairan yang keluar dari vagina luar biasa banyak sehingga menimbulkan bau seperti bau busuk. Cairan tersebut kemudian mengenai pakaian dalam mereka.
“Oleh karena itu kanker serviks harus segera ditangani, dan bahkan sebaiknya dicegah dengan skrining kanker serviks dan vaksin HPV,” tandas Andrijono.
Kanker Serviks disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) tipe 16 atau 18. Biasanya wanita belum mengetahui jika ia mengidap penyakit tersebut di stadium awal. Sebab pada stadium awal, belum ada tanda-tanda abnormal.
Tapi, begitu memasuki stadium lanjut, barulah tanda-tanda abnormal itu muncul. Misalnya, perdarahan usai aktivitas seksual atau rasa nyeri yang luar biasa. Biasanya ketika muncul tanda itu, penderita sudah memasuki stadium 2A atau 2B.
Reporter : Menda Clara Florencia
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/tribun-kalteng-kanker-serviks_20170610_184022.jpg)