Pernikahan Ibas dan Aliya
Busana Ibas-Aliya Didominiasi Warna Merah
Busana pengantin adat Yogyakarta yang dikenakan oleh Edhie Baskoro dan Siti Rubi Aliya Rajasa dalam resepsi pernikahan di Jakarta
TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA - Busana pengantin adat Yogyakarta yang dikenakan oleh Edhie Baskoro dan Siti Rubi Aliya Rajasa dalam resepsi pernikahan di Jakarta Convention Centre (JCC), Sabtu (26/11/2011) malam, didominasi warna merah menyala.
Ibas--sapaan akrab Edhie Baskoro--dan Aliya mengenakan pakaian adat khas Yogyakarta. Ibas mengenakan beskap sementara Aliya memakai kebaya dengan riasan paes ageng.
Sementara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Hatta Rajasa mengenakan surjan merah, Ani Yudhoyono dan Okeu Rajasa mengenakan kebaya dengan warna senada.
Acara di JCC tersebut tepat dimulai pada pukul 19.00 WIB, kedua pengantin bersama masing-masing orang tua, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono serta Hatta Rajasa dan Okeu Rajasa langsung menuju pelaminan.
Sebelum menerima ucapan selamat dari para tamu, Prof. Dr. Arief Rahman, yang pada saat akad nikah di Istana Cipanas memberikan khotbah nikah, dalam resepsi kali ini membacakan doa bagi kedua pengantin.
Sejumlah tamu undangan yang tampak hadir, antara lain mantan Menteri Peranan Wanita Sulasikin Murpratomo, wartawan senior Bambang Harimurti, dan Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan.
Sambil menerima ucapan selamat, Ibas dan Aliya dihibur dengan penampilan sejumlah artis, antara lain Dira Sugandi dan Vina Panduwinata serta diiringi oleh Orkestra Dian HP.
Sebelumnya, prosesi pernikahan Edhie Baskoro Yudhoyono dengan Siti Rubi Aliya Rajasa di Istana Cipanas, Cianjur, diakhiri dengan pemberian restu dari kedua orang tua dan juga sesepuh kedua keluarga.
Setelah menjalani proses akad nikah pada Kamis pagi, kedua mempelai kemudian menjalankan prosesi adat munggah, atau penerimaan pengantin pria di keluarga pengantin wanita.
Prosesi itu diawali dengan arak-arakan rombongan pengantin menuju dekat pelaminan diiringi dengan rebana. Setelah itu, keduanya duduk di depan panggung pelaminan dan menjalani prosesi suapan terakhir dari masing-masing ibu kedua mempelai.
Selanjutnya ayah dari masing-masing kedua mempelai memberikan restu dengan memercikkan air ke kening kedua mempelai.
Setelah itu, dijalankan prosesi cacap-cacapan yaitu pemberian restu oleh perwakilan pinisepuh dari keluarga mempelai yaitu oleh adik ipar Presiden Yudhoyono, Hadi Utomo.
Usai cacap-cacapan, kedua mempelai didampingi oleh kedua orang tua masing-masing menuju pelaminan. Tarian Pagar Penyambung kemudian diperagakan oleh pengantin wanita didampingi delapan pengiring yang salah satunya adalah adik Aliya Rajasa.
Tari Pagar Penyambung dilakukan oleh pengantin wanita yang berdiri di atas pinggan besar dari perak. Tarian ini melambangkan perpisahan mempelai wanita dari kehidupan remaja dan sikap serta tindakannya tidak bebas karena telah berada dalam kehidupan rumah tangga.
Saat Aliya menari, Ibas mendampingi dari belakang dan memperhatikan dengan saksama.
Usai tarian Pagar Penyambung, kedua mempelai kemudian sungkem meminta restu kepada Presiden Yudhoyono, Ani Yudhoyono, Hatta Rajasa, dan Okeu Hatta Rajasa.