Kabar Palangkaraya

Harga Tembus Rp 40 Ribu per Tabung, Warga Terpaksa Antre di Pangkalan Demi Gas Elpiji 3 Kg

Harga gas elpiji di Kota Palangkaraya, beberapa hari ini melambung. Dari HET Rp 17.500 per tabung, pada beberapa lokasi justru harganya sudah menembus

Harga Tembus Rp 40 Ribu per Tabung, Warga Terpaksa Antre di Pangkalan Demi Gas Elpiji 3 Kg
Tribun Kalteng/Fathurahman
Kapolres Palangkaraya AKBP Timbul Siregar saat memantau agen gas elpiji di Palangkaraya, beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Harga gas elpiji di Kota Palangkaraya, beberapa hari ini melambung. Dari HET Rp 17.500 per tabung, pada beberapa lokasi justru harganya sudah menembus hingga Rp 40 ribu!

Melambungnya harga gas elpiji tiga kilogram tersebut akibat pasokan di pengecer langka, sehingga jika ada pengecer yang menjual gas elpiji bersubsidi tersebut harganya berkisar antara Rp37.000 hingga Rp40.000.

Kondisi ini membuat pusing Nanda Sari, ibu rumah tangga yang tinggal di Komplek Panarung Palangkaraya, resah, sehingga memutuskan membeli gas elpiji non subsidi, karena sulit mendapatkan gas epiji bersubsidi tersebut.

Nanda, selama ini dalam melakukan kegiatan masak- menasak di dapur mengandalkan gas elpiji bersubsidi tersebut, agar api bisa tetap ngepul didapurnya."Namun saya kaget susah sekali cari gas elpiji tiga kilogram dipasaran," ujarnya,Jumat (4 /1/2019).

Elpiji 3 Kilogram Hanya Dijual di Pangkalan, Disperindag Palangkaraya Lakukan Hal Ini

Tsunami Selat Sunda , Mbah Rono: Bukan Karena Letusan Anak Gunung Krakatau

Lain lagi dengan Fitri, warga Jalan Badak Kelurahan Bukittunggal Kecamatan Jekanraya, Palangkaraya, yang mengaku tidak membeli gas elpiji di pangkalan, karena antre yang mebgular dalam beberapa hari ini.

"Saya berusaha di pangkalan, tetapi ga tahan, antrenya lama dan panjang, abis itu,harus membawa KTP atau kartu keluarga agar bisa dilayani. Ringkas saja aku beli gas elpiji yang nonsubsidi, banyak dijual dipengecer," ujarnya.(tur)

Karyawan SPBE Mogok Kerja

SALAH satu dampak hingga tabung gas elpiji tiga kilogram kosong di pasaran, diduga akibat pasokan ke pelanggan yang belum memadai, karena adanya aksi mogok kerja yang dilakukan karyawan yang bekerja di stasiun pengisian bahan balar elpiji (SPBE) di Palangkaraya.

Adietya, bagian pengawasan Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Tengah, mengakui, selama ini memang sempat terjadi lonjakan harga penjualan gas elpiji tiga kilogram di pasaran atau pengecer.

Dikatakan, sejumlah karyawan SPBE PT Tip Top di Jalan Tjilik Riwut km 38 sejak tanggal 1 Januari 2019 yang lalu melakukan aksi mogok kerja, sehingga kegiatan pengisian tabung gas sempat terhenti.

"Tapi, kami sudah dapat info dari sales representatif PT Pertamina, bahwa sedang dilakukan negosiasi dengan karyawan, mereka menuntut pembayaran gaji sedangkan sebagian tidak punya sertifikasi," ujarnya.

Menurut dia, pihak perusahaan masih menunggu tambahan karyawan yang sudah memiliki sertifikasi di perusahaan tersebut dan soal harga gas elpiji bersubsidi di pengecer yang melambung akibat terjadi kelangkaan.

Dia mengatakan, gas elpiji tiga kilogram memang tidak untuk dijual secara umum, atau di pengecer, karena pembelian dilakukan di pangkalan."Jika ada pangkalan yang menjual ke pengecer, maka akan ditindak dan izin pangkalan bisa dicabut," ujarnya. TRIBUNKALTENG.COM/faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved