Anggota DPRD Kalteng Kena OTT KPK

KPK Periksa Dua Anggota DPRD Kalteng, Ini Kasus Yang Menjeratnya

Dua tersangka anggota Komisi B DPRD Kalimantan Tengah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) .

KPK Periksa Dua Anggota DPRD Kalteng, Ini Kasus Yang Menjeratnya
tcooklaw.com ilustrasi
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM, JAKARTA -  Dua tersangka anggota Komisi B DPRD Kalimantan Tengah diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) . Kedua tersangka itu antara lain Edy Rosada dan Arisavanah.

Keduanya merupakan tersangka kasus penerimaan hadiah atau janji terkait dengan tugas dan fungsi pengawasan DPRD dalam bidang perkebunan, kehutanan, pertambangan, dan lingkungan hidup di Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2018, diperiksa untuk tersangka Edy Saputra Suradja (ESS), mantan Wakil Direktur Utama PT Smart Tbk dan Direktur PT BAP.

"Keduanya akan diperiksa sebagai saksi untuk ESS," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Jakarta, Kamis (8/11/2018).

Terkait Kasus Suap Anggota DPRD Kalteng, KPK Geledah Sejumlah Kantor di Palangkaraya

Pelaku Curanmor Kembalikan Motor Curiannya, Curhat Kepada Korban di Selembar Kertas

Seperti diketahui, Edy Saputra Suradja ditetapkan sebagai tersangka karena diduga sebagai pihak pemberi dalam penerimaan hadiah atau janji terkait dengan tugas dan fungsi pengawasan DPRD dalam bidang perkebunan, kehutanan, pertambangan, dan lingkungan hidup di Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2018.

Edy tercatat tergabung dengan perseroan sejak 1985 dengan jabatan pertama sebagai Kepala Bagian Akuntansi, dan diangkat menjadi Direktur pada 2004.

Pada 1992-1994 dan 2009-2018, Edy Saputra Suradja menjabat sebagai Direktur PT Purimas Sasmita, anak perusahaan Sinar Mas Agro Resources and Technology (Smart) Tbk.

Selain Edy, KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam kasus penerimaan hadiah atau janji terkait dengan tugas dan fungsi pengawasan DPRD dalam bidang perkebunan, kehutanan, pertambangan, dan lingkungan hidup di Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tahun 2018.

Keenam orang tersebut, yaitu:

Pihak yang diduga sebagai penerima;
1. Borak Milton, Ketua Komisi B DPRD Provinsi Kalimantan Tengah
2. Punding LH Bangkan, Sekretaris Komisi B DPRD Provinsi Kalimantan Tengah
3. Arisavanah, Anggota Komisi B DPRD Provinsi Kalimantan Tengah
4. Edy Rosada, Anggota Komisi B DPRD Provinsi Kalimantan Tengah

Pihak yang diduga sebagai pemberi:
1. Willy Agung Adipradhana, CEO PT Binasawit Abadi Pratama wilayah Kalimantan tengah bagian utara
2. Teguh Dudy Syamsuri Zaldy, Manager Legal PT Binasawit Abadi Pratama

"Setelah melakukan pemeriksaan selama 24 jam pertama dan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau janji oleh Ketua dan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah secara bersama-sama terkait dengan tugas dan fungsi DPRD," ujar Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarief, Sabtu (27/10/2018).

Sebelumnya, KPK mengamankan 13 baik orang dari pihak DPRD Kalteng maupun pihak swasta dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan di Jakarta, Jumat (26/10/2018).

Sebagai pihak yang diduga menerima, Borak Milton, Punding LH Bangkan, Arisavanah, dan Edy Rosada disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang­ Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sementara itu, pihak yang diduga pemberi, yakni Edy Saputra Suradja, Willy Agung Adipradhana, dan Teguh Dudy Syamsuri Zaldy disangkakan melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimara telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun juncto Pasal 55 ayat1 ke-1 KUHPidana.

 

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved