Kabar Kalsel

Rekontruksi Kabag Humas Batola Tertutup, Keluarga Hery Intip dari Kaca

Polres Batola menggelar rekontruksi kasus pemukulan yang dilakukan Kabag Humas Pemkab Batola Hery Sasmita

Rekontruksi Kabag Humas Batola Tertutup, Keluarga Hery Intip dari Kaca
banjarmasinpost.co.id/edi nugroho
kabag Humas Batola, Hery Sasmita jalani rekonstruksi kasus dugaan pemukulan yang dilakukannya. Rekonstruksi berjalan tertutup 

TRIBUNKALTENG.COM, BATOLA - Polres Batola menggelar rekontruksi kasus pemukulan yang diduga dilakukan Kabag Humas Pemkab Batola Hery Sasmita kepada H Nuri Al Banjari atau H Jainuri penjaga kubah Abdussamad (58), di Jalan Veteran Kabupaten Batola.

Rekontruksi kasus pemukulan tersebut digelar tertutup di aula Januraga Polres Batola, Jumat (10/8/18) pagi. Tersangka Hery Sasmita dalam rekontruksi tersebut tampak mengenakan baju tahanan warna orange.

Hadir dalam rekontruksi ini H Nuri korban pemukulan Hery Sasmita, pengacara baik tersangka atau korban, penyidik Polres Batola dan saksi kunci.

Kapolres Batola AKBP, Mugi Sekar Jaya, kepada pers, menyatakan pelaksanakaan rekontruksi kasus dugaan pemukulan penjaga kubah oleh Kabag Humas Batola itu karena ada perbedaan versi kejadian.

“Untuk itulah perlu ada rekontruksi kasus dugaan pemukulan oleh Herry Sasmita kepada penjaga kubah tersebut,” katanya.

Baca: Saat Bantu Korban Gempa Lombok, Relawan Kalteng Rasakan Gempa Susulan 6,2 SR

Menurutnya, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan rekontruksi digelar di aula Polres Batola dan digelar secara tertutup. Dalam rekontruksi ini, dihadirkan tersangka Hery Sasmita, korban serta saksi kunci.

“Dalam rekontruksi ini akhirnya terkuat kejadian sebenarnya itu seperti apa,” katanya.

Diakui Kapolres, memang ada beberapa versi awal kejadian dugaan pemukulan oleh tersangka ke korban. Namun nanti dari pengadilan negeri (PN) Banjarmasinlah yang akan mengungkap apa yang terjadi dalam rekontruksi tersebut.

“Memang ada kesalahpahaman peletakan sepatu yang tidak pada tempatnya oleh tersangka di kubah tersebut,” ujarnya.

Secara garis besar, sambung kapolres, baik tersangka dan korban mengakui ada kejadian pemukulan disebabkan kesalahpahaman peletakan sepatu.  Ada sembilan foto adegan yang diambil dalam rekontruksi kasus dugaaan pemukulan tersebut.

Baca: MK Tolak Gugatan 2M, Ben-Nafiah Melenggang Pimpin Kapuas

Baca: RS Doris Sylvanus Banjir Telpon, Ingin Adopsi Bayi Lelaki Dibuang Disemak di Palangkaraya

Ditambahkannya, perbedaan versi kejadian itu hanya di awal kejadian, namun pada tahap selanjutnya baik tersangka dan korban itu sama-sama mengakui ada peristiwa tersebut. Tahap akhir dari pemeriksaan ini adalah pra rekontruksi dan setelah itu berkas tahap I akan dikirimkam ke Kejari Batola.

Ketua Gerakan Pemuda Ashor Kabupaten Batola, Anwar Hadimi yang hadir dalam rekontruksi kasus dugaaan pemukulan penjaga kubah oleh Kabag Humas HerrySasmita mengaku sangat kaget karena rekontruksi ini digelar tertutup di aula polres setempat.

“Kami saja tak dibolehkan masuk melihat rekontruksi ke dalam aula. Alasan utama, rekontruksi ini digelar tertutup karena alasan keamanan,” katanya.

Menurut Anwar, daerah Kabupaten Batola terkenal aman dan seharusnya aman. Seharusnya rekontruksi pemukulan Hery Sasmita terbuka dan bisa dilihat semua masyarakat. Masyarakat ingin melihat kejadian sebenarnya dan masyarakat hanya menduga-nduga.

“Kita kecewa rekontruksi kasus Herry Sasmita digelar secara tertutup,” katanya. (banjarmasinpost.co.id/tribunkalteng).

Editor: Hari Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help