VIDEO: Gara-gara Tulis Status Begini di Facebook, Dosen USU Diciduk Polisi

Himma mengunggah postingan berisi tulisan yang menyebutkan kalau 3 bom gereja di surabaya hanyalah pengalihan isu.

VIDEO: Gara-gara Tulis Status Begini di Facebook, Dosen USU Diciduk Polisi
Gara-gara Tulis Status Begini di Facebook, Dosen USU Diciduk Polisi 

TRIBUNKALTENG.COM - Usai FSA kepsek yang tertangkap kasus penyebaran hoax dan ujaran kebencian terkait kasus bom bunuh diri di Surabaya.

Kali ini netizen Himma Dewiyana dosen USU yang akhirnya ditangkap polisi.

Postingan yang diunggah oleh dosen Universitas Sumatera Utara ini viral.

Pelaku sempat menutup akun Facebooknya, namun screenshot unggahannya sudah terlanjur tersebar di dunia maya.

Baca: Ngakak! Sang Kakek Komentari Status Facebook Pemuda Berotak Ngeres, Jawabannya Malah Ngeles

Baca: Makamnya Terpanjang di Dunia, Begini Hubungan Datu Nuraya, Kitab Barencong dan Datu Sanggul

Baca: Pangeran Harry Menikah, PM Inggris Ternyata Tidak Diundang

Dosen Ilmu Perpustakaan USU ini ditangkap oleh Direktorat Krimsus Subdit Cybercrime Polda Sumut di rumahnya, Jalan Melinjo Jogor Permai, Medan Johor, Kota Medan.

Dilansir Tribun Video dari Tribatanews, Himma ditangkap pada Sabtu (19/5/2018) dalam perkara diduga adanya pelanggaran tindak pidana ujaran kebencian.

"Himma ditangkap dalam perkara diduga adanya pelanggaran tindak pidana ujaran kebencian, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat 2 UU ITE," jelas Kabid Humas Polda Sumut AKBP Tatan Dirsan Atmaja SIK.

Himma mengunggah postingan berisi tulisan yang menyebutkan kalau 3 bom gereja di surabaya hanyalah pengalihan isu.

"Skenario pengalihan yg sempurna...

#2019GantiPresiden" tulis akun Facebook Himma Dewiyana.

Motif tujuan Himma Dewiyana memposting tulisan tersebut diakui karena terbawa suasana dan emosi di dalam media sosial Facebook dengan maraknya caption #2019GantiPresiden.

"Di samping itu Sdr Himma merasa kecewa dengan pemerintah saat ini, yang menurutnya semua kebutuhan pada naik dan hal itu tidak sesuai janji pada saat kampanye 2014," ujar Kabid Humas menyampaikan pengakuan Himma dikutip dari Tribratanews.

Dari penangkapan, petugas menyita barang bukti berupa handphone Iphone 6S dan SIM card milik pelaku untuk kepentingan penyidikan.

Akibat perbuatannya, Himma terancam UU ITE Nomor 11 tahun 2008.

Saat ini kasusnya sedang diproses dan didalami oleh Mapolda Sumut.

Simak video berikut:

(Tribun-Video.com/Rosiana Nugrahaini)

Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help