Marhaban ya Ramadan

33 Hal Ini Kerap Disangka Membatalkan Puasa, Begini Penjelasannya Menurut Ulama 4 Mazhab

Karena terkadang ada beberapa hal yang dilakukan secara tidak sengaja tapi beranggapan kalau itu membatalkan.

33 Hal Ini Kerap Disangka Membatalkan Puasa, Begini Penjelasannya Menurut Ulama 4 Mazhab
net
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM - Selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan, tentunya banyak yang masih bingung tentang hal-hal yang membatalkan puasa dan yang tidak membatalkannya.

Hal ini wajar, karena tidak semua umat Islam paham betul dengan pendapat berbagai madzhab.

Untuk itu, sebelum menjalankan ibadah puasa bulan Ramadhan semestinya mengetahui hal-hal yang membatalkan puasa dan yang tidak membatalkan puasa.

Karena terkadang ada beberapa hal yang dilakukan secara tidak sengaja tapi beranggapan kalau itu membatalkan.

Baca: VIDEO: Durasi Tak Sama, Muslim di Negara Ini Puasa Sampai 20 Jam Sehari

Baca: Kejam! Ibu Ini Tusuk Anaknya 60 Kali dan Kepalanya Dipukul, Lalu Lakukan Ini Seusainya

Baca: Heboh Akun Twitter Presiden Jokowi Berkicau Soal Senbatsu Uza, Admin Dibebastugaskan

Padahal sesuatu yang dilakukan secara tidak sengaja itu tidak membatalkan puasa.

Agar kesempurnaan nilai ibadah yang dijalankan bisa mendapat pahala yang berlimpah dibulan yang penuh rahmat dan ampunan maka ketahuilah hal-hal yang tidak membatalkan puasa menurut 4 madzhab,  yaitu Hanafiyah, Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanbaliyah seperti dikutip dari kabarmakkah.com:

A. Madzhab Hanafiyah

-Makan, minum dan jima’ tanpa sengaja (lupa). Seperti dalam sebuah hadis dari Abi Hurairah berkata: “Barang siapa yang lupa sedangkan ia dalam keadaan berpuasa, makan atau minum maka sempurnakanlah puasanya ..”. Dan dalam sebuah hadis -dha’if- dari Aisyah mengatakan : “Barang siapa yang berbuka (makan atau minum) pada siang hari tanpa sengaja (lupa) maka tiada baginya qadla’ dan bayar kafarat”.

Termasuk di dalamnya jima’. Jika pada saat itu teringat sedang berpuasa bersegeralah memberhentikan dari perbuatan makan, minum atau jima’, bila diteruskan batallah puasanya.

Wajib hukumnya mengingatkan oarng yang tidak mampu berpuasa untuk meninggalkan makan, sebaliknya bila tidak mengingatkan makruhlah hukumnya.

Halaman
1234
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved