Info Sehat

Peneliti Ungkap Perempuan Terlalu Banyak Makan Nasi Percepat Menopause

Dugaan mereka, konsumsi karbohidrat seperti beras dan pasta bisa memicu resistensi insulin, proses yang dapat menginterfensi aktivitas hormon

Peneliti Ungkap Perempuan Terlalu Banyak Makan Nasi Percepat Menopause
shutterstock
Ilustrasi 

TRIBUNKALTENG.COM - Nasi dan pasta adalah makanan pokok sebagian besar manusia, tak terkecuali perempuan. Namun, studi baru menemukan tambahan porsi nasi atau pasta dapat memicu menopause lebih cepat terjadi.

Hal ini diungkap oleh tim ilmuwan di Universitas Leeds, Inggris, yang melakukan penelitian terhadap  14.000 perempuan.

Mereka mengkaji data ini ditambah dengan survei lanjutan selama empat tahun. Temuan yang dipublikasikan dalam Journal of Epidemiology & Community Health, mengatakan kesimpulan ini bersifat observasional dan belum menemukan hubungan sebab akibat secara langsung.

Dugaan mereka, konsumsi karbohidrat seperti beras dan pasta bisa memicu resistensi insulin, proses yang dapat menginterfensi aktivitas hormon seksual dan meningkatkan tingkat oestrogen.

Baca: Pelumas yang Cocok buat si Menopause

Baca: Pos Polisi Dibakar Pakai Bom Molotov Saat Peringatan Hari Buruh di Yogyakarta, 69 Orang Diamankan

Baca: Lewat Facebook, Pendiri Whatsapp Umumkan Pengunduran Diri

Peneliti berkata, proses ini dapat menaikkan jumlah siklus menstruasi yang pada gilirannya membuat persediaan sel telur lebih cepat habis. Sebaliknya, menambah porsi kacang-kacangan dan ikan bisa memperlambat menopause selama beberapa tahun.

Menurut para ilmuwan kacang-kacangan mengandung antioksidan yang bisa mempertahankan menstruasi. Asam lemak omega 3 juga bisa menstimulasi kapasitas antioksidan. Asam lemak omega 3 tersebut ditemukan pada ikan seperti salmon, sardin, dan makerel.

Anggota tim peneliti yang menulis di jurnal tersebut, Janet Cade, mengatakan pemahaman yang lebih dalam tentang dampak makanan terhadap menopause bisa sangat bermanfaat, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat komplikasi di anggota keluarga akibat berhentinya menstruasi.

Halaman
12
Editor: Mustain Khaitami
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved