Liga Italia

AC Milan Siap Lepas Loftus Cheek, Performa Buruk Penyebab Rossoneri Jual Pemain

Ruben Loftus Cheek belum memberikan apa yang diharapkan AC Milan musim ini, sehingga penjualan di musim panas dilaporkan akan terjadi.

Tayang:
AC Milan
Logo Klub Liga Italia Serie A AC Milan 

TRIBUNKALTENG.COM - Kabar Liga Italia, Gelandang AC Milan menuju pintu keluar setelah gagal membalas kepercayaan Massimiliano Allegri.

Ruben Loftus Cheek belum memberikan apa yang diharapkan AC Milan musim ini, sehingga penjualan di musim panas dilaporkan akan terjadi.

Dilaporkan dengan mengingatkan bahwa Massimiliano Allegri menyatakan harapannya akan mencetak total 15 gol dari Loftus Cheek dan Youssouf Fofana pada musim 2025-26.

Baca juga: Juventus Tetapkan Harga Cambiaso, Bek Sayap Bianconeri Diminati Barcelona

Hal tersebut tentu saja untuk membantu mengisi kekosongan yang ditinggalkan setelah kepergian Tijjani Reijnders.

Ia percaya bahwa kedua gelandang tersebut, bersama dengan Adrien Rabiot yang selalu hadir, akan mampu menambah lebih banyak gol dalam peran gelandang box-to-box.

Bagi Ruben Loftus Cheek, musim yang kini akan segera berakhir dapat dianggap sebagai kesempatan yang terlewatkan untuk menulis kisah yang berbeda.

Pintu keluar terbuka lebar

Kontrak pemain Inggris itu akan berakhir dalam waktu sedikit lebih dari satu tahun dan negosiasi untuk memperpanjangnya tampaknya bukan topik hangat saat ini.

Di AC Milan, ada banyak hal yang jauh lebih mendesak untuk ditangani dan diselesaikan segera, seperti kualifikasi untuk Liga Champions musim depan.

Banyak strategi di masa depan akan bergantung pada hal ini, dimulai dengan strategi yang berkaitan dengan bursa transfer.

Ini juga bisa mencakup evaluasi posisi Loftus-Cheek dalam skuad, karena ia memiliki banyak peminat di Liga Inggris dan liga Turki jika ia memutuskan untuk pergi.

Setelah bergabung dengan Rossoneri pada musim panas 2023 dengan harga sekitar 20 juta euro.

Ruben Loftus Cheek yang mendapatkan gaji bersih 4 juta euro per musim, sangat terpengaruh oleh masalah fisik yang juga menghantui kariernya di Chelsea dan masa peminjamannya di Crystal Palace dan Fulham.

Dalam tiga musim, ia bermain total 100 pertandingan, mencetak 13 gol.

Tahun terbaiknya tetaplah tahun pertamanya, ketika di bawah asuhan Stefano Pioli ia mencetak lebih dari sepuluh gol.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved