Iran vs Amerika

Nafsu Donald Trump di Perang Iran vs Amerika, AS Incar Duduki Pulau Kharg Iran

Kabar terbaru Perang Iran vs Amerika, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump ingin merebut Pulau Kharg di Iran

Editor: Nia Kurniawan
Tribunnews.com/Tangkapan layar Tribunnews
Kabar terbaru Perang Iran vs Amerika, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan timnya dilaporkan sedang membahas kemungkinan merebut Pulau Kharg di Iran. 

TRIBUNKALTENG.COM - Kabar terbaru Perang Iran vs Amerika, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan timnya dilaporkan sedang membahas kemungkinan merebut Pulau Kharg di Iran.

Ya, Kabar itu disampaikan seorang pejabat AS seperti dilansir Khaberni, seiring akan berakhirnya waktu gencatan senjata yang sudah ditetapkan sebelumnya oleh Trump sendiri.

Baca juga: Dampak Perang Iran vs Amerika Picu Harga Kondom Malaysia Meroket, Durex dan Trojan cek

Trump disebutkan, enggan memperpanjang gencatan senjata dengan Iran dan bersikeras kalau penghentian sepenuhnya pengayaan uranium Iran harus menjadi syarat yang harus diterima Teheran dalam negosiasi jika ingin perang berakhir.

Menurut situs berita AS, Axios, seorang pejabat AS mengatakan:

"Trump dan timnya sekarang sedang membahas seperti apa operasi militer baru, termasuk apakah akan mencoba merebut pulau strategis, Kharg".

Pejabat itu menambahkan, "Trump ingin mengakhiri perang sekarang, dengan syaratnya sendiri. Tetapi hanya tersisa satu hari sebelum gencatan senjata berakhir, Iran masih mengendalikan Selat Hormuz, dan kedua pihak belum dapat menetapkan tanggal untuk pertemuan. Jadi, perang bisa saja meningkat secara signifikan."

Menurut situs web tersebut, tim Trump percaya Iran menderita tekanan ekonomi yang berat sebagai akibat dari sanksi.

Laporan menyebut kalau Trump menyiratkan peperangan saat ini memasuki fase ketiga.

Seperti diketahui, Trump mengatakan operasi pengeboman ke Iran, yang dimulai pada 28 Februari, akan berakhir dalam waktu enam minggu, dan dia telah berhati-hati untuk mematuhi tenggat waktu tersebut.

"Pejabat AS itu mengatakan kalau fase pengeboman ini mungkin "hanya fase pertama," kata laporan itu. 

Pejabat itu menambahkan, "Kita sekarang berada di fase kedua (negosiasi yang kemungkinan besar buntu)."

"Apakah fase ketiga akan berupa pengeboman lebih lanjut atau perjanjian damai terserah kepada Iran," kata pejabat itu.

Di sisi lain, Iran juga sudah menyiapkan skenario pertempuran baru jika negosiasi berujung buntu.

Angkatan bersenjata Iran menyatakan, siap memberikan “tanggapan segera dan tegas” terhadap setiap tindakan permusuhan baru dari pihak lawan, demikian kata seorang komandan militer senior Iran yang dikutip oleh kantor berita semi-resmi Tasnim pada Selasa (21/4/2026).

Gencatan senjata selama dua minggu antara Iran dan Amerika Serikat dijadwalkan berakhir pada Rabu.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved