Ramadan 2026

Doa Qunut Subuh Amalan Sunnah Pagi Ramadan 1447 H Hari ini, cek Hukum dan Tata Cara

Ramadan 1447 H di Kalimantan Tengah hari ini Kamis 4 Maret 2026. Doa Qunut dalam shalat Subuh, sebuah momen syahdu di rakaat terakhir.

Tayang:
Editor: Nia Kurniawan
TRIBUNKALTENG.COM/ MUHAMMAD IQBAL ZULKARNAIN
Momen SALAT Foto momen para jamaah memenuhi area dalam dan luar Masjid Agung Kubah Kecubung Palangka Raya Kalteng.Ramadan 1447 H di Kalimantan Tengah hari ini Kamis 4 Maret 2026. Doa Qunut dalam shalat Subuh, sebuah momen syahdu di rakaat terakhir saat seorang hamba berdiri tegak memohon petunjuk, perlindungan, dan keberkahan hidup. 

Berikut ini niat bacaan untuk melaksanakan puasa Ramadhan 1446 H.

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala."

Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan puasa 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Simak waktu imsak, Subuh, Zuhur, Asar, Maghrib, dan Isya.

Amalan berikut membuat umat Islam dapat mendapatkan keberkahan dan kemuliaan Ramadhan.

Berikut 9 amalan yang dianjurkan dalam bulan Ramadhan:

1. Sahur di Akhir Waktu, Menyegerakan Berbuka

Rasulullah menganjurkan pada umatnya untuk mengakhirkan sahur, mendekati waktu Subuh dan menyegerakan berbuka atau segera membatalkan puasa apabila telah tiba waktunya. Anjuran ini tertuang dalam sejumlah hadis, salah satunya hadis riwayat Ahmad yang berbunyi: “Umatku berada dalam kebaikan selama menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.”

Hadis lain yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad Saw selalu menyegerakan berbuka adalah hadis dari Aisyah RA.

“Aisyah radhiyallahu ‘anhu bertanya: “Siapa yang menyegerakan berbuka dan menyegerakan salat?” Kami menjawab: “Abdullah bin Mas’ud.” Ia berkata: “Demikian juga yang dilakukan Rasulullah Saw.” (HR Muslim)

Sementara itu, maksud dari mengakhirkan sahur Menurut Abu Bakar Al-Kalabadzi, yakni makan sahur di sepertiga malam terakhir.

“Nabi Saw pernah ditanya, ‘Malam apa yang paling didengar (doa)?’, ‘Sepertiga terakhir malam,’ tegas Nabi Saw. Dalam hadis lain, Nabi Saw berkata, ‘Mengakhirkan sahur ialah bagian dari fitrah.’ Kemungkinan yang dimaksud mengakhirkan sahur di sini ialah mengerjakannya di sepertiga terakhir malam. Karena pada waktu itu doa, ampunan, dan hajat dikabulkan Allah Swt.” (Kitab Bahrul Fawaid)

2. Tidak Melewatkan Sahur

Selain menganjurkan untuk mengakhirkan sahur, Rasulullah Saw juga menganjurkan umatnya agar tidak melwatkan sahur. Mengapa demikian? Karena kata Rasul, di dalam sahur terdapat keberkahan dan Allah beserta malakait-malaikat-Nya berselawat kepada orang-orang yang tidak meninggalkan sahurnya, seperti yang dikatakan hadis berikut:

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved