Ramadan 2026

Doa Kamilin dan Bacaan Setelah Witir, Tarawih Ramadan 1447 H Hari ini Kamis 19 Februari 2026

Tarawih Ramadhan 2026, momentum ibadah Ramadhan 1447 H.  Rangkaian tarawih. Mulai dari Doa Kamilin hingga doa penutup Witir.

Tayang:
Editor: Nia Kurniawan
Tribunkalteng.com/Muhammad Iqbal Zulkarnain
TARAWIH - Suasana jamaah melaksanakan salat Isya dan Tarawih di Masjid Agung Kubah Kecubung Darurrahman Palangka Raya . Tarawih Ramadhan 2026, momentum ibadah Ramadhan 1447 H.  Rangkaian tarawih. Mulai dari Doa Kamilin hingga doa penutup Witir. 

Wa shallallahu ‘ala sayyidina muhammadin wa alihi wa shahbihi ajma‘in. Birahmatika ya arhamar rahimin wal hamdulillahi rabbil ‘alamin.

Artinya: “Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban- kewajiban, yang memelihara salat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat , yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka, yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra ,yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih.

Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."

Bacaan doa sesudah shalat witir

Setelah pembacaan Doa Kamilin usai, rangkaian ibadah dilanjutkan dengan shalat witir.

Secara etimologi, witir berarti ganjil, sehingga shalat ini dikerjakan dengan jumlah rakaat ganjil, mulai dari minimal satu rakaat hingga maksimal sebelas rakaat.

Shalat witir memiliki fungsi utama sebagai penutup dari seluruh rangkaian ibadah malam (qiyamul lail).

Berbeda dengan tarawih yang hanya dikerjakan secara khusus pada bulan Ramadhan, shalat witir sebenarnya disunnahkan untuk ditunaikan setiap malam sepanjang tahun setelah shalat Isya.

Namun di Indonesia, pelaksanaan shalat ini paling jamak ditemui setelah shalat tarawih.

Penting untuk diperhatikan bahwa doa setelah witir memiliki perbedaan mendasar dengan doa shalat tarawih (Doa Kamilin), meski masih banyak umat Muslim yang keliru menganggap keduanya sama.

Merujuk pada petunjuk Syekh Nawawi al-Bantani dalam kitab Nihayatuz Zain, doa usai witir lebih menekankan pada pujian kepada Allah Yang Maha Suci (Subhānal malikil quddūs) serta permohonan perlindungan dari murka-Nya.

Doa ini dipanjatkan tepat setelah seluruh rangkaian shalat ganjil tersebut benar-benar selesai sebagai penutup akhir ibadah malam.

Berikut bacaan doa usai shalat witir.

 اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ إِيْمَانًا دَائِمًا، وَنَسْأَلُكَ قَلْبًا خَاشِعًا، وَنَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَنَسْأَلُكَ يَقِيْنًا صَادِقًا، وَنَسْأَلُكَ عَمَلاً صَالِحًا، وَنَسْأَلُكَ دِيْنًا قَيِّمًا، وَنَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ، وَنَسْأَلُكَ تَمَامَ الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الشُّكْرَ عَلَى الْعَافِيَةِ، وَنَسْأَلُكَ الْغِنَى عَنِ النَّاسِ. اَللَّهُمَّ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا صَلاَتَنَا وصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَتَخَشُّعَنَا وَتَضَرُّعَنَا وَتَعَبُّدَنَا، وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا يَا اَللَّهُ، يَا اَللَّهُ، يَا اَللَّهُ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِين. وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ    
Artinya: “Wahai Allah! Sesungguhnya kami memohon kepada-Mu iman yang tetap, kami memohon kepada-Mu hati yang khusyu’, kami memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, kami memohon kepada-Mu keyakinan yang benar, kami memohon kepada-Mu amal yang shaleh, kami memohon kepada-Mu agama yang lurus, kami memohon kepada-Mu kebaikan yang banyak, kami memohon kepada-Mu ampunan dan afiat, kami memohon kepada-Mu kesehatan yang sempurna, kami memohon kepada-Mu syukur atas kesehatan, dan kami memohon kepada-Mu terkaya dari semua manusia. Wahai Allah, Tuhan kami! Terimalah dari kami shalat kami, puasa kami, shalat malam kami, kekhusyu’an kami, kerendahan hati kami, ibadah kami, Sempurnakanlah kelalaian (kekurangan) kami, wahai Allah, wahai Allah, wahai Allah, wahai Zat Yang Paling Penyayang di antara para penyayang, Semoga rahmat Allah tercurahkan kepada sebaik-baik makhluk-Nya, Muhammad, keluarga dan sahabatnya semua, dan segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam.”

Baca juga: Benarkah Wajib Mandi Keramas Sebelum Puasa? Begini Niat dan Tata Caranya!

Selain memanjatkan doa, umat Muslim juga disunnahkan untuk melantunkan wirid atau zikir terlebih dahulu setelah salam shalat witir.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved