Ramadan 2026

Bacaan Doa Kamilin dan Setelah Witir Lengkap Momen Tarawih Perdana Ramadan 1447 H Malam ini

Tarawih perdana Ramadhan 2026, suasana persiapan Ramadhan 1447 H , Mulai dari Doa Kamilin hingga doa penutup setelah shalat witir.

Tayang:
Editor: Nia Kurniawan
Freepik.com
Tarawih perdana Ramadhan 2026, suasana persiapan Ramadhan 1447 H , Mulai dari Doa Kamilin hingga doa penutup setelah shalat witir. 

TRIBUNKALTENG.COM - Tarawih perdana Ramadhan 2026, suasana persiapan Ramadhan 1447 H mulai terasa di berbagai masjid.

Di antara yang paling banyak dicari adalah urutan doa dalam rangkaian tarawih. Mulai dari Doa Kamilin hingga doa penutup setelah shalat witir.

Baca juga: Niat Salat Tarawih dan Witir Ramadan 2026, Keutamaan Hari ke-1 sampai ke-30 Puasa Ramadhan 1447 H

Bagi sebagian jamaah, ini mungkin rutinitas tahunan. Namun tak sedikit pula yang merasa perlu kembali memastikan bacaannya, agar tidak tertukar atau terlewat.

Tarawih sendiri bukan sekadar pelengkap setelah seharian berpuasa. Ia menjadi ruang sunyi yang dinanti tempat memperpanjang sujud, memperbanyak istighfar, dan menata ulang niat. Karena itu, memahami setiap lafaz yang dilantunkan menjadi bagian penting dari kekhusyukan.

Dalam praktik yang umum di banyak masjid, Doa Kamilin dibaca menjelang penutup rangkaian tarawih sebagai harapan agar iman disempurnakan dan ibadah diterima.

Setelah itu, jamaah menunaikan shalat witir. Perlu dicatat, doa yang dibaca seusai witir berbeda dari Doa Kamilin baik dari sisi lafaz maupun maknanya. Di sinilah kerap terjadi kekeliruan kecil yang sebenarnya bisa dihindari dengan persiapan sederhana.

Berikut panduan lengkap lafaz Arab, tulisan Latin, dan terjemahannya untuk membantu Anda menjalani ibadah malam Ramadhan tahun ini dengan lebih mantap dan tenang.

Bacaan doa sesudah shalat tarawih
Di kalangan umat muslim, shalat tarawih umumnya dikerjakan dengan jumlah delapan hingga dua puluh rakaat, yang kemudian dilanjutkan dengan shalat witir sebanyak tiga rakaat.

Namun, sebelum melangkah ke shalat witir, terdapat tradisi pembacaan Doa Kamilin sebagai jeda spiritual.

Doa Kamilin merupakan untaian permohonan yang disusun oleh para ulama untuk memohon kesempurnaan iman, istiqamah dalam menjalani kewajiban-kewajiban sebagai umat muslim, hingga harapan masuk surga bersama para Nabi.

Meskipun redaksinya tidak berasal langsung dari Al-Qur'an maupun Hadits, doa ini sangat populer di Indonesia.

Ini karena maknanya yang sangat mendalam.

Doa kamilin dipanjatkan tepat setelah salam terakhir shalat tarawih selesai, sebelum jamaah bangkit kembali untuk menunaikan shalat witir sebagai penutup ibadah malam.

Berikut bacaan doanya dalam bahasa Arab dan bahasa latin.

اَللهُمَّ اجْعَلْنَا بِالْإِيْمَانِ كَامِلِيْنَ. وَلِلْفَرَائِضِ مُؤَدِّيْنَ. وَلِلصَّلاَةِ حَافِظِيْنَ. وَلِلزَّكَاةِ فَاعِلِيْنَ. وَلِمَا عِنْدَكَ طَالِبِيْنَ. وَلِعَفْوِكَ رَاجِيْنَ. وَبِالْهُدَى مُتَمَسِّكِيْنَ. وَعَنِ الَّلغْوِ مُعْرِضِيْنَ. وَفِى الدُّنْيَا زَاهِدِيْنَ. وَفِى اْلآخِرَةِ رَاغِبِيْنَ. وَبَالْقَضَاءِ رَاضِيْنَ. وَلِلنَّعْمَاءِ شَاكِرِيْنَ. وَعَلَى الْبَلاَءِ صَابِرِيْنَ. وَتَحْتَ لَوَاءِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ سَائِرِيْنَ وَإِلَى الْحَوْضِ وَارِدِيْنَ
 وَإِلَى الْجَنَّةِ دَاخِلِيْنَ. وَمِنَ النَّارِ نَاجِيْنَ. وَعَلى سَرِيْرِالْكَرَامَةِ قَاعِدِيْنَ. وَمِنْ حُوْرٍعِيْنٍ مُتَزَوِّجِيْنَ. وَمِنْ سُنْدُسٍ وَاِسْتَبْرَقٍ وَدِيْبَاجٍ مُتَلَبِّسِيْنَ. وَمِنْ طَعَامِ الْجَنَّةِ آكِلِيْنَ. وَمِنْ لَبَنٍ وَعَسَلٍ مُصَفًّى شَارِبِيْنَ. بِأَكْوَابٍ وَّأَبَارِيْقَ وَكَأْسٍ مِّنْ مَعِيْن. مَعَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّيْنَ وَالصِّدِّيْقِيْنَ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَحَسُنَ أُولئِكَ رَفِيْقًا. ذلِكَ الْفَضْلُ مِنَ اللهِ وَكَفَى بِاللهِ عَلِيْمًا. اَللهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هذِهِ اللَّيْلَةِ الشَّهْرِالشَّرِيْفَةِ الْمُبَارَكَةِ مِنَ السُّعَدَاءِ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَلاَتَجْعَلْنَا مِنَ اْلأَشْقِيَاءِ الْمَرْدُوْدِيْنَ
 وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِه وَصَحْبِه أَجْمَعِيْنَ. بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
Allahummaj‘alna bil imani kamilin. Wa lil faraidli muaddin. Wa lish-shlati hafidhin. Wa liz-zakati fa‘ilin. Wa lima ‘indaka thalibin. Wa li ‘afwika rajin. Wa bil-huda mutamassikin. Wa ‘anil laghwi mu‘ridlin. Wa fid-dunya zahdin. Wa fil ‘akhirati raghibin. Wa bil-qadla’I radlin. Wa lin na‘ma’I syakirin. Wa ‘alal bala’i shabirin. Wa tahta lawa’i muhammadin shallallahu ‘alaihi wasallam yaumal qiyamati sa’irina wa ilal haudli waridin.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved