Ramadan 2026

Jadwal Belajar dari Rumah Februari 2026, Libur Awal Sekolah Puasa Ramadan 1447 H

Sidang Isbat penentuan 1 Ramadan 1447 Hbakan digelar pada Selasa, 17 Februari 2026.Jadwal Libur dan Pembelajaran Sekolah Saat Ramadan 2026.

Editor: Nia Kurniawan
Freepik @pikisuperstar
Sidang Isbat penentuan 1 Ramadan 1447 Hbakan digelar pada Selasa, 17 Februari 2026.Jadwal Libur dan Pembelajaran Sekolah Saat Ramadan 2026. 

TRIBUNKALTENG.COM - Sidang Isbat penentuan 1 Ramadan 1447 Hbakan digelar pada Selasa, 17 Februari 2026. Sambil menunggu ketuk palu resmi dari pemerintah.

Diketahui, Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan jadwal Sidang Isbat untuk menentukan awal bulan suci Ramadan 1447 H.

Baca juga: Ucapan Selamat Imlek 2577 Gong Xi Fa Cai Tahun Kuda 2026, Jadwal Libur Long Weekend

Jadwal Libur dan Pembelajaran Sekolah Saat Ramadan 2026
Berdasarkan hasil rapat, pemerintah menetapkan skema pembelajaran sebagai berikut:

18-20 Februari 2026: Pembelajaran di luar satuan pendidikan atau belajar dari rumah.

23 Februari-16 Maret 2026: Kegiatan belajar mengajar berlangsung tatap muka di sekolah.

23-27 Maret 2026: Libur pascaramadan.

Pemerintah menyepakati pengaturan pembelajaran bagi murid selama Bulan Ramadan 2026, termasuk jadwal libur awal sekolah sebelum kegiatan belajar kembali berlangsung secara tatap muka.

Kebijakan ini menitikberatkan pada penguatan nilai keagamaan, pembentukan karakter, serta pemenuhan hak belajar peserta didik secara berimbang.

Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam Rapat Tingkat Menteri (RTM) yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno di Kantor Kemenko PMK pada Kamis (5/2/2026). 

Rapat juga dihadiri Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti serta pimpinan tinggi dari sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Pengaturan ini memberi ruang bagi sekolah untuk menyesuaikan ritme pembelajaran sekaligus membantu siswa mempersiapkan diri menjalani ibadah puasa.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah mendorong penguatan materi keagamaan yang disesuaikan dengan agama masing-masing peserta didik. 

Bagi murid beragama Islam, kegiatan dapat berupa tadarus Alquran, pesantren kilat, kajian keislaman, serta aktivitas lain yang mendukung peningkatan iman dan akhlak.

Sementara itu, murid beragama non-Islam akan difasilitasi melalui bimbingan rohani dan kegiatan keagamaan sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Selain aspek spiritual, pembelajaran selama Ramadan juga diarahkan untuk memperkuat karakter melalui berbagai kegiatan sosial dan edukatif. 

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved