Berita Palangka Raya

Kepala Bulog Kalteng Angkat Bicaran Terkait Keluhan Kualitas Beras SPHP Turun di Palangka Raya

Kualitas beras SPHP, dinilai kurang layak oleh masyarakat Palangka Raya, mendapat tanggapan dari Kepala Perum Bulog Kalimantan Tengah

Tayang:
Tribunkalteng.com/Muhammad Iqbal Zulkarnain
WAWANCARA - Pimpinan Wilayah Perum BulogKanwil Kalteng, Erwin Budiana saat diwawancarai awak media, Palangka Raya, Kamis (21/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Keluhan masyarakat terkait kualitas beras SPHP, dinilai kurang layak di Palangka Raya, mendapat tanggapan dari Perum Bulog Kalimantan Tengah.
  • Bulog menyebut penurunan kualitas terjadi karena beras terlalu lama disimpan di tingkat toko.
  • Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Kalteng Erwin Budiana mengatakan, pihaknya telah menelusuri informasi yang beredar dan menemukan bahwa beras tersebut bukan dibeli langsung dari mitra resmi Bulog, melainkan dari toko lain yang menyimpan stok cukup lama.

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Keluhan masyarakat terkait kualitas beras SPHP, dinilai kurang layak di Palangka Raya, mendapat tanggapan dari Perum Bulog Kalimantan Tengah

Bulog menyebut penurunan kualitas terjadi karena beras terlalu lama disimpan di tingkat toko.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Kalteng Erwin Budiana mengatakan, pihaknya telah menelusuri informasi yang beredar dan menemukan bahwa beras tersebut bukan dibeli langsung dari mitra resmi Bulog, melainkan dari toko lain yang menyimpan stok cukup lama.

“Jadi kejadian memang benar ada, tapi itu ternyata dari toko kedua. Bukan tokonya mitra kami. Jadi si konsumen membeli di toko, toko itu membeli dari mitra kami,” ujar Erwin, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, beras yang terlalu lama disimpan di toko tanpa penanganan yang sesuai dapat mengalami penurunan kualitas, termasuk muncul kutu dan perubahan kondisi fisik beras.

“Nah ketika kami telusuri ternyata beras itu memang sudah tersimpan lama di toko itu. Sudah hampir sebulan bahkan katanya,” jelasnya.

Erwin mengatakan, Bulog telah berkomunikasi dengan pihak terkait dan beras tersebut sudah ditukar dengan stok baru yang kualitasnya masih layak konsumsi.

“Beliau sudah menukar kembali ke tokonya. Jadi sudah diganti dengan yang baru atau dengan yang memang sesuai standar kualitasnya,” katanya.

Bulog juga meminta toko penjual untuk rutin memeriksa kualitas stok SPHP sebelum dijual ke masyarakat. 

Jika kualitas mulai menurun, toko diminta segera mengembalikannya ke gudang Bulog untuk ditukar.

“Kalau memang sudah tidak layak atau kualitasnya menurun, silakan dikembalikan saja ke gudang, nanti akan kami ganti dengan beras yang lebih baru,” ujarnya.

Baca juga: Bulog Kalteng Gelontorkan 1.600 Ton Beras SPHP, Kualitas Turun Pedagang Bisa Retur

Baca juga: Pembangunan Sarana Pascapanen Bulog di Kalteng Mulai Berjalan, Barito Timur Masuk Tahapan

Erwin menjelaskan, di gudang Bulog beras sebenarnya dapat bertahan hingga enam bulan karena disimpan dengan sistem sesuai standar operasional, seperti fumigasi, penyemprotan, sirkulasi udara, dan alas penyimpanan khusus.

Namun kondisi berbeda terjadi di toko biasa yang umumnya tidak memiliki fasilitas penyimpanan memadai.

“Kalau di toko itu ya sebulan pun pasti akan kutuan kalau memang kondisi penyimpanannya tidak sesuai,” ungkapnya.

Karena itu, Bulog mengimbau seluruh penjual agar lebih memperhatikan masa simpan dan kualitas beras SPHP sebelum dipasarkan ke masyarakat.

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved