Berita Palangka Raya

Pemprov Kalteng Siap Maksimal Dukung Program B50

Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) menyiapkan lahan sawit seluas 2 juta hektare, untuk kebutuhan BBM Biodiesel 50 persen atau B50

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ahmad Supriandi | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Ahmad Supriandi
WAWANCARA - Wawancara dengan Kepala Disdagperin Kalteng, Norhani, Selasa (11/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) siap mendukung program pemerintah pusat, BBM biodiesel 50 persen atau B50.
  • Pemerintah pusat telah memerintahkan penggunaan B50 per Juli 2026.
  • Pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan dari hulu ke hilir.

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Pemprov Kalimantan Tengah (Kalteng) siap mendukung program pemerintah pusat, BBM biodiesel 50 persen atau B50.

Dukungan itu disampaikan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kalteng, Norhani usai menjadi narasumber diskusi dengan tema Strategi Implementasi B50 dalam Menjaga Ketahanan Energi yang dilaksanakan BI Kalteng, Selasa (12/5/2026).

Ia mengatakan, pemerintah pusat telah memerintahkan penggunaan B50 per Juli 2026.

"Jadi kalau dikatakan siap, Pemprov harus siap," ujar Norhani.

Baca juga: Sopir Truk CPO di Kotim Tanggapi Rencana B50: Harap Lebih Murah, Tapi Khawatir Dampak ke Mesin

Norhani menyebut, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan dari hulu ke hilir.

"Hilirisasi sawit ini menjadikannya bukan hanya sebagai bahan mentah, melainkan barang jadi, salah satunya minyak yang sudah ada saat ini," kata dia.

Penggunaan B50 ini, menurut Norhani, bakal meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan membuka lapangan pekerjaan di Kalteng.

Norhani menegaskan, keberlanjutan lingkungan merupakan pertimbangan penting dalam memenuhi kebutuhan B50.

Selain itu, Pemprov Kalteng juga mesti memastikan tak ada konflik agraria yang merugikan masyarakat jika ingin menambah lahan sawit untuk B50.

"Kita memanfaatkan BUMD dan Bumdes, juga ada Koperasi Merah Putih. Nanti akan ada pemberdayaan industri petaninya," tegas Norhani.

Walaupun Kateng memiliki potensi sawlt yang sangat besar, tantangan utama saat ini, kata Norhani, adalah mengubah kekuatan produksi menjadi industri bernilai tambah tinggi.

"Melalui hilirisasi, penguatan infrastruktur, dan pengembangan energi terbarukan seperti biodisel B50 agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas di daerah," tutupnya.

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved