Berita Palangka Raya

4 Warung Makan di Pujasera Palangka Raya Terbakar, Api Diduga Berasal dari Kompor

Kawasan Pujasera Jalan Yos Sudarso, Kota Palangka Raya, hangus terbakar oleh kobaran api, pada Sabtu (14/3/2026) sore.

Tribunkalteng.com/Muhammad Iqbal Zulkarnain
PANTAUAN - Kondisi empat kios di kawasan Pujasera Jalan Yos Sudarso, Kota Palangka Raya, yang hangus terbakar usai dilalap api menjelang waktu berbuka puasa, Sabtu (14/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  1. Kawasan Pujasera Jalan Yos Sudarso, Kota Palangka Raya, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah kobaran api melalap deretan kios pada Sabtu (14/3/2026) sore WIB.
  2. Api dengan cepat membesar dan merembet ke warung makan lainnya yang sebagian besar berbahan kayu, diperparah angin kencang yang bertiup saat kebakaran terjadi.
  3. Salah seorang pemilik warung Soto Samiaji Lamongan, Khoirul Huda (33), mengatakan api pertama kali muncul dari gerobak soto miliknya.

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA —Duka tengah menyelimuti pemilik warung makan di kawasan Pujasera pasca kebakaran menghanguskan lapaknya berdagang.

Menjelang waktu berbuka puasa, suasana di kawasan Pujasera Jalan Yos Sudarso, Kota Palangka Raya, mendadak berubah menjadi kepanikan setelah kobaran api melalap deretan kios pada Sabtu (14/3/2026) sore WIB.

Kebakaran terjadi ketika aktivitas di kawasan kuliner tersebut belum terlalu ramai pengunjung.

Baca juga: Warung Makan dan Wahana Bermain di Pujasera Yos Sudarso Terbakar Jelang Buka Puasa

Baca juga: Kabar Transfer Pemain: Vlahovic Teken Kontrak 2 Tahun di Juventus, Barcelona Tutup Pintu

Baca juga: Murah Besok Promo Indomaret Alfamart Ramadan 15 Maret 2026: Tango Rp19.500, Fanta Rp 11.900

Api dengan cepat membesar dan merembet ke warung makan lainnya yang sebagian besar berbahan kayu, diperparah angin kencang yang bertiup saat kebakaran terjadi.

Berdasarkan pantauan TribunKalteng.com pada Sabtu malam, suasana duka masih menyelimuti lokasi kebakaran

Sejumlah pemilik warung makan terlihat termenung di depan bangunan yang hangus terbakar, sebagian lainnya masuk ke area kios untuk mencari barang-barang yang mungkin masih tersisa.

Beberapa pemilik tampak bermata sembab usai menangis pasca peristiwa kebakaran.

Ada yang sibuk mencari kunci, ada pula yang hanya duduk memandangi puing-puing bekas usahanya. 

Sebagian mengaku belum sempat makan sejak kejadian karena masih syok atas musibah yang terjadi.

Salah seorang pemilik warung Soto Samiaji Lamongan, Khoirul Huda (33), mengatakan api pertama kali muncul dari gerobak soto miliknya.

“Awal muncul api itu dari kompor yang gerobak soto yang kami jual, jadi api itu tiba-tiba membesar begitu saja tanpa diketahui penyebab pastinya dan mengenai triplek yang ada di gerobak,” ujarnya.

Menurutnya, kobaran api kemudian membesar ke bagian atas kios dan dengan cepat menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.

“Lalu api tiba-tiba besar ke atas gitu, dan angin kencang hingga merembet ke kios lainnya yang berada di sampingnya,” kata Khoirul Huda.

Khoirul bersyukur saat kejadian belum banyak pembeli yang datang ke warungnya.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved