Berita Palangka Raya

Tes Kemampuan Akademik Pertama di Kalteng, Disdik Masih Hadapi PR Soal Jaringan dan Perangkat

Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa XII oleh Disdik Kalteng mengalami kendala terutama masalah jaringan internet dan perangkat

Tayang:
TRIBUNKALTENG.COM/ MUHAMMAD IQBAL ZULKARNAIN
WAWANCARA - Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalteng, M. Reza Prabowo saat ditemui di halaman Istana Isen Mulang, Selasa (14/10/2025). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas XII di Kalimantan Tengah, sejumlah kendala teknis menjadi perhatian utama Dinas Pendidikan atau Disdik Kalteng.

Plt Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng, M Reza Prabowo mengungkapkan, tantangan utama dalam pelaksanaan TKA terletak pada keterbatasan jaringan internet dan perangkat komputer di sejumlah sekolah, terutama di wilayah pelosok.

“Tantangannya tentu sinyal, jaringan internet, ketersediaan perangkat seperti laptop dan personal computer,” ujarnya, Selasa (14/10/2025).

Menurut Reza, kondisi tersebut membuat pihaknya harus menyiapkan pola pelaksanaan dalam beberapa gelombang agar seluruh siswa tetap dapat mengikuti ujian tanpa hambatan.

“Ada pola-polanya yang bisa dibuat beberapa gelombang,” tambahnya.

Selain kendala teknis, ia juga menyoroti sisi psikologis siswa yang masih cemas menghadapi sistem baru ini.

“TKA ini hal yang baru, dan tentu mereka punya kerisauan. Karena ini hal yang baru, kita belum tahu TKA soalnya seperti apa nantinya,” kata Reza.

Meski demikian, Disdik Kalteng terus melakukan sosialisasi dan koordinasi dengan sekolah-sekolah di seluruh kabupaten/kota. 

Termasuk melalui Zoom Meeting yang diikuti seluruh siswa kelas XII Jenjang SMA/SMK/SKH se-Kalteng untuk memberikan pemahaman dan motivasi menghadapi ujian.

Ia juga menjelaskan, TKA nantinya digunakan sebagai alat standarisasi capaian akademik siswa di seluruh Indonesia.

Hasil tes tersebut akan menjadi pembanding dan validator nilai rapor yang diberikan oleh sekolah.

“Misalnya nilai matematika 90 yang ada di Palangka Raya, terus sama 90 yang ada di Sukamara, nanti dibandingkan itu, nah pembandingnya dengan menggunakan alat satu uji itu namanya TKA, supaya ada standarisasi dalam memberikan nilai,” terangnya.

Baca juga: Disdik Kalteng Bersiap Melaksanakan TKA Perdana, Minimalisir Kekhawatiran Peserta Didik

Baca juga: Dana Rp 49 M, Disdik Kalteng Siapkan 34 Ribu Penerima Seragam Sekolah Gratis, Distribusi 2026

Meski petunjuk teknis dan Permendikdasmen sudah diterbitkan, Reza menyebut soal-soal simulasi yang tersedia masih sangat terbatas, sehingga banyak sekolah masih beradaptasi dengan pola ujiannya.

“Walaupun sudah ada soal-soal simulasi, tapi masih sedikit sekali,” ujarnya.

Reza berharap, dengan segala keterbatasan yang ada, pelaksanaan TKA di Kalimantan Tengah tetap berjalan lancar dan memberikan hasil yang objektif sesuai tujuan nasionalnya sebagai alat standarisasi capaian akademik siswa.

 

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved