Iran vs Amerika

Update Perang Iran vs Amerika, Kondisi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Akhirnya Terungkap

Kabar perang Iran vs Amerika. Kondisi terbaru Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei. Boroujerdi membenarkan sempat cedera.

Tayang:
Editor: Nia Kurniawan
Tribunnews.com/Tribunnews.com/Lendy Ramadhan
DUBES IRAN BICARA - Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi saat sesi wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Studio Tribunnews, Palmerah, Jakarta, Senin (6/4/2026). 

TRIBUNKALTENG.COM - Kabar perang Iran vs Amerika. Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi mengungkapkan mengenai kondisi terbaru Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei.

Situasi ini menyusul laporan adanya serangan yang menyasar otoritas tertinggi negara tersebut oleh AS dan Israel.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat Naik Efek Iran vs Amerika, Resmi Perubahan Biaya Bahan Bakar Penerbangan

Ya, Boroujerdi membenarkan bahwa Mojtaba Khamenei sempat mengalami cedera dalam sebuah serangan yang dilancarkan oleh pihak musuh. 

Serangan tersebut diketahui menyasar kantor Pemimpin Agung Iran.

Hal itu diungkapkan Boroujerdi saat sesi wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Studio Tribunnews, Palmerah, Jakarta, Senin (6/4/2026).

"Tentu Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei cedera dalam serangan yang dilakukan oleh pihak musuh terhadap kantor pemimpin agung Iran," kata Boroujerdi.

Kendati demikian, Dubes Boroujerdi memastikan bahwa kondisi kesehatan Mojtaba saat ini telah pulih.

Ia menegaskan sang pemimpin kini dalam keadaan sehat dan aktif menjalankan roda kepemimpinan negara.

"Tetapi alhamdulillah keadaan beliau dalam keadaan yang sehat dan bisa menjalankan tugas kepemimpinan negara dengan baik. Keadaan beliau adalah keadaan sehat," ungkapnya.

Lebih lanjut, Boroujerdi menjelaskan bahwa stabilitas kepemimpinan di Iran memiliki mekanisme pengawasan yang ketat melalui Dewan Ahli Kepemimpinan. 

Dewan ini bertugas memantau kinerja serta kondisi fisik dan mental sang pemimpin.

Menurutnya, jika seorang pemimpin dianggap sudah tidak mampu lagi menjalankan tugasnya karena faktor kesehatan atau sebab lainnya, dewan tersebut akan segera mengambil langkah konstitusional.

"Apabila seorang pemimpin dikarenakan alasan apapun tidak dapat menjalankan tugasnya, termasuk syahid, maka dewan ini akan segera mengadakan sidang dan menentukan pemimpin berikutnya," jelas Boroujerdi.

Kepemimpinan tidak mengadakan sidang darurat, menurut Boroujerdi, menjadi bukti otentik bahwa Mojtaba Khamenei masih sangat bugar untuk memimpin Republik Islam Iran.

"Dikarenakan tidak ada sidang berikutnya dari dewan ini, maka dapat disimpulkan bahwa Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei dalam keadaan sehat dan bisa menjalankan tanggung jawabnya sebagai pemimpin negara," tandasnya.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved