Iran vs Amerika

Update Perang Iran vs Amerika, Presiden AS Donald Trump tak Suka Mojtaba Khamenei

Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada New York Post bahwa tak suka pad asosok Mojtaba Khamenei, dikutip Tribunkalteng.com Senin 9 Maret 2026.

Tayang:
Editor: Nia Kurniawan
Tribunnews.com/Tangkapan layar Tribunnews
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada New York Post bahwa tak suka pad asosok Mojtaba Khamenei, dikutip Tribunkalteng.com Senin 9 Maret 2026. 

TRIBUNKALTENG.COM - BLAK-BLAKAN Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada New York Post bahwa tak suka pad asosok Mojtaba Khamenei, dikutip Tribunkalteng.com Senin 9 Maret 2026.

Pun menegaskan bahwa Washington 'masih jauh dari' siap untuk memerintahkan operasi darat ke fasilitas nuklir Iran.

Baca juga: Buntut Perang Iran vs Amerika, Presiden RI Prabowo Subianto Bersiap Gelar Rapat Khusus

Ya, Presiden AS Donald Trump mengatakan dia "tidak senang" dengan Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, seperti yang dilaporkan New York Post pada hari Senin.

Melalui wawancara dengan tabloid tersebut, Trump juga menepis kemungkinan pengerahan militer Amerika dalam waktu dekat ke fasilitas pengayaan nuklir bawah tanah Iran di dekat Isfahan, dengan mengatakan: "Kami belum membuat keputusan apa pun tentang itu. Kami masih jauh dari itu."

Khamenei, 56 tahun, menjadi pemimpin tertinggi Iran yang baru pada akhir pekan lalu – yang ketiga sejak revolusi negara itu pada tahun 1979. Para pejabat Iran menggambarkan pengangkatannya sebagai langkah menuju penguatan persatuan nasional.

Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi sebelumnya dan ayah dari Mojtaba Khamenei, memegang posisi tersebut selama 37 tahun. Serangan udara gabungan AS-Israel pada 28 Februari menghantam rumahnya di Teheran, menewaskan pemimpin berusia 86 tahun itu.

Sembari menolak merinci rencananya untuk menangani pemimpin tertinggi Iran yang baru, Trump mengatakan: "Saya tidak senang dengannya.

Iran Sudah Luncurkan 3 Ribu Rudal-Drone 

Negara-negara Arab di Teluk Persia dilaporkan menerima dampak dari Perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel, yang tidak mereka inginkan.

Menurut laporan Al Arabiya, statistik menunjukkan kalau Republik Iran telah meluncurkan lebih dari tiga ribu rudal dan drone ke negara-negara Teluk Persia sejak awal serangannya terhadap negara-negara tersebut.

"Republik Iran telah menyerang negara-negara tetangganya sejak awal perang, dan serangan-serangan ini terus berlanjut," tulis laporan tersebut, dikutip Senin (9/3/2026).

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengeluarkan pernyataan yang mengkritik serangan berkelanjutan Republik Islam terhadap negara-negara di kawasan dan memperingatkan bahwa jika ketegangan meningkat, pemerintah Iran akan menjadi "pihak yang paling dirugikan."

Serangan AS Tanpa Koordinasi Tuan Rumah

Di tengah eskalasi militer baru-baru ini antara Washington dan Teheran, sekutu Amerika di Teluk kini mendapati diri mereka dalam posisi yang sangat sulit. 

Sementara Amerika Serikat memutuskan untuk melancarkan serangan skala besar terhadap Iran dari pangkalan-pangkalan yang tersebar di seluruh wilayah tersebut, negara-negara tuan rumah pangkalan-pangkalan ini tampaknya tidak dimintai pendapat dan terkejut mendapati diri mereka berada di garis tembak.

Dengan rudal Iran yang menghantam fasilitas minyak dan daerah pemukiman di Arab Saudi, UEA, Kuwait, dan Bahrain, muncul pertanyaan mendesak: Akankah Washington memberikan kompensasi kepada negara-negara ini atas kerusakan yang mereka derita akibat perang yang tidak mereka minta?

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved