Iran vs Amerika

Perang Iran vs Amerika: 200 Tewas dan Terluka di Pangkalan AS di Al-Dhafra

Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran, Khatam al-Anbiya, menyatakan pada hari Sabtu bahwa sekitar 200 orang tewas dan terluka di pangkalan AS.

Editor: Nia Kurniawan
Tribunnews.com
FOTO RUDAL - Beredar sebuah foto di media sosial yang memperlihatkan badan rudal dengan foto pemimpin Hizbullah almarhum Sayyid Hassan Nasrallah dan pemimpin Hamas, mendiang Yahya Sinwar. 

TRIBUNKALTENG.COM - Markas Besar Angkatan Bersenjata Iran, Khatam al-Anbiya, menyatakan pada hari Sabtu bahwa sekitar 200 orang tewas dan terluka di pangkalan AS al-Dhafra akibat serangan Iran sebagai balasan atas agresi Zionis-Amerika.

Dalam pernyataan yang diterbitkan oleh Kantor Berita Fars Iran, markas besar tersebut melaporkan bahwa 21 anggota Armada Kelima AS tewas dan beberapa lainnya terluka dalam serangan Iran.

Baca juga: Efek Iran vs Amerika, John Herdman Putar Otak Nasib Timnas Indonesia FIFA Series 2026

Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa sebuah kapal tanker minyak milik AS menjadi sasaran di Teluk utara dalam 24 jam terakhir, dan menegaskan bahwa serangan Angkatan Bersenjata Iran telah menimbulkan kerusakan signifikan pada infrastruktur dan sumber daya AS.

Pada Sabtu pagi, 28 Februari, AS dan entitas Zionis melancarkan agresi baru terhadap Iran, yang mengakibatkan kematian ratusan warga sipil dan menargetkan sekolah, rumah sakit, masjid, dan aset lain milik rakyat Iran.

Sebagai tanggapan atas agresi tersebut, Iran meluncurkan Operasi Janji Sejati 4 terhadap entitas Zionis dan pangkalan AS di wilayah tersebut.

Amerika Serikat diperkirakan akan segera mengerahkan kapal induk ketiganya ke Timur Tengah, menurut laporan Fox News.

Kapal induk USS George H.W. Bush baru saja menyelesaikan pelatihan pra-penempatannya pada hari Kamis (5/3/2026) di Samudra Atlantik, lepas pantai Virginia, menurut Angkatan Laut AS.

Institut Angkatan Laut AS melaporkan bahwa kapal induk tersebut, beserta kapal perang pengawal dan sayap udaranya, telah menyelesaikan latihan unit gabungan yang harus dilakukan semua kelompok serang kapal induk sebelum disertifikasi untuk penugasan nasional.

Fox News melaporkan bahwa kelompok serang kapal induk ini diperkirakan akan segera dikerahkan dan menuju Mediterania timur, tempat USS Gerald R. Ford, kapal induk terbesar di dunia, baru-baru ini ditempatkan.

USS Gerald R. Ford terlihat bergerak melalui Terusan Suez pada hari Kamis (5/3/2026) dan sekarang berada di Laut Merah, menurut foto-foto yang dirilis oleh militer Amerika.

Sementara itu, USS Abraham Lincoln tetap ditempatkan di Laut Arab untuk serangan terhadap Iran di tengah perang.

Eskalasi 'Tiga Kapal Induk' yang Bersejarah

Mengutip WION, jika perintah pengerahan pasukan ini difinalisasi, maka ini akan menandai pengerahan kekuatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, di mana tiga kapal induk bertenaga nuklir Amerika beroperasi secara bersamaan di wilayah tersebut.

Meskipun target utama Operasi Epic Fury adalah Iran, penempatan di Laut Merah sangat strategis.

Laporan menunjukkan bahwa jika kapal Bush dikerahkan, kapal tersebut mungkin ditugaskan untuk mengamankan Mediterania timur atau Laut Merah untuk menetralisir serangan apa pun dari Houthi Yaman jika mereka bergabung dalam peperangan.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved