Berita Kotim Kalteng
Harga Daging Sapi di Sampit Naik H-3 Lebaran, Permintaan Tinggi, Bisa Tembus Rp 170 Ribu per Kg
H-3 Lebaran harga daging sapi mulai merangkak naik dan diprediksi harga bisa menyentuh angka Rp170 ribu per kilogram di Sampit Kotim
Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
Ringkasan Berita:
- H-3 Hari Raya Idulfitri 2026, harga daging sapi di Pasar Ikan Mentaya, Kota Sampit, Kotim mulai mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
- Pedagang Rusbandi, yang telah berjualan selama kurang lebih 10 tahun di pasar mengatakan, Dalam tiga hari ini naik sekitar Rp10 ribu per kg. Dari harga normal Rp150 ribu, sekarang jadi Rp160 ribu per kg.
- Bahkan, tidak menutup kemungkinan harga bisa menyentuh angka Rp170 ribu per kg, meski biasanya kenaikan tertinggi hanya berlangsung singkat.
TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – H-3 Hari Raya Idulfitri 2026, harga daging sapi di Pasar Ikan Mentaya Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, mulai mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Kenaikan harga ini diakui langsung oleh salah satu pedagang daging sapi, Rusbandi, yang telah berjualan selama kurang lebih 10 tahun di pasar tersebut.
“Dalam tiga hari ini naik sekitar Rp10 ribu per kilogram. Dari harga normal Rp150 ribu, sekarang jadi Rp160 ribu per kilogram,” ujar Rusbandi, Rabu (18/3/2026).
Menurutnya, lonjakan harga ini dipicu oleh meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Lebaran.
Banyaknya pesanan dari pelanggan membuat stok cepat terserap, sehingga berdampak pada kenaikan harga di tingkat pedagang.
“Permintaan orang lagi tinggi, banyak pesanan. Jadi ya ikut naik harganya,” ungkapnya.
Rusbandi memperkirakan harga daging sapi masih berpotensi mengalami kenaikan hingga mendekati Hari Raya.
Bahkan, tidak menutup kemungkinan harga bisa menyentuh angka Rp170 ribu per kilogram, meski biasanya kenaikan tertinggi hanya berlangsung singkat.
“Paling tinggi bisa sampai Rp 170 ribu, tapi biasanya cuma sehari saja. Setelah itu ya turun lagi,” jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan tren kenaikan ini bersifat sementara dan akan kembali normal setelah Lebaran usai.
“Kalau sudah habis Lebaran, biasanya balik lagi ke Rp150 ribu per kilogram. Itu sudah tiap tahun seperti itu,” tambahnya.
Untuk pasokan, daging sapi yang dijual di Pasar Ikan Mentaya berasal dari berbagai daerah, seperti Pangkalan Bun dan Madura.
Bahkan, sapi dari Madura didatangkan menggunakan jalur laut.
Dalam sehari, Rusbandi mengaku bisa memotong hingga lima ekor sapi, terutama untuk memenuhi pesanan pelanggan dari berbagai wilayah, seperti Kota Besi dan sekitarnya.
“Kalau jelang Lebaran seperti sekarang, lebih banyak pesanan. Ada yang beli sampai 100 sampai 150 kilogram,” katanya.
Baca juga: Harga Daging Sapi di Pasar Kahayan Palangka Raya Kalteng Masih Stabil namun Masih Sepi Pembeli
Baca juga: Jelang Hari Raya Idul Adha 2024 Harga Daging Sapi di Pasar Besar Palangkaraya Turun, Simak Harganya
Ia juga menyebutkan bahwa jenis sapi Madura menjadi salah satu yang paling diminati oleh pembeli, selain daging sapi lokal lainnya.
Dengan meningkatnya aktivitas jual beli ini, suasana Pasar Ikan Mentaya pun terlihat lebih ramai dari biasanya.
Para pembeli tampak berburu daging untuk kebutuhan Lebaran, sementara pedagang sibuk melayani pesanan yang terus berdatangan.
| Anggota DPRD Kotim Soroti Kenaikan BBM Nonsubsidi, Khawatir Picu Lonjakan Harga Sembako |
|
|---|
| BBM Nonsubsidi Naik, Pj Sekda Kotim Harap Konflik Global Mereda agar Harga Stabil |
|
|---|
| Kenaikan Harga BBM Picu Efisiensi Anggaran, Pemkab Kotim Batasi Perjalanan Dinas OPD |
|
|---|
| Trend Vape di Kalangan Remaja Meningkat, Dinkes Kotim Tegaskan Lebih Bahaya dari Rokok Tembakau |
|
|---|
| Harga BBM Non-Subsidi Naik Tajam, Antrean SPBU di Sampit Kotim hingga Ratusan Meter |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/harga-daging-sapi-di-Sampit-18-maret-2026.jpg)