Berita Kotim Kalteng
Pasar Ramadan Sampit Dipadati Warga, DKUKMPP Kotim Optimistis Perputaran Uang Capai Rp 3,5 M
DKUKMPP Kotim Johny Tangkere, mengatakan pihaknya memproyeksikan perputaran uang di Pasar Ramadan Sampit tembus Rp 3,5 miliar dari pembeli
Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Suasana Pasar Ramadan di Kota Sampit tampak semakin semarak sejak hari pertama dibuka. Deretan stan kuliner dipenuhi pembeli yang berburu takjil dan menu berbuka, sementara arus pengunjung terus mengalir hingga menjelang magrib.
Melihat antusiasme masyarakat yang tinggi, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur optimistis geliat ekonomi tahun ini akan melampaui capaian sebelumnya.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Kotawaringin Timur, Johny Tangkere, mengatakan pihaknya memproyeksikan perputaran uang di Pasar Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi mampu menembus Rp 3,5 miliar.
“Terkait Pasar Ramadhan tahun ini, kami optimis bisa mencapai target perputaran uang, karena dalam waktu kurang lebih sepekan terakhir kami melihat banyak sekali pengunjung, bahkan lebih ramai dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Johny, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, tren positif tersebut sudah terlihat sejak hari pertama pembukaan Pasar Ramadan pada Kamis (19/2/2026).
Aktivitas transaksi di lapangan dinilai berlangsung masif, ditandai dengan padatnya pengunjung dan tingginya minat belanja masyarakat.
Arus pengunjung tahun ini disebut jauh lebih ramai dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
Kondisi itu membuat pemerintah daerah yakin target ekonomi yang telah disusun akan tercapai selama satu bulan penuh pelaksanaan.
Johny menjelaskan, proyeksi perputaran uang Rp 3,5 miliar dibagi dalam tiga sektor utama. Transaksi kuliner di area bazar diperkirakan menjadi penyumbang terbesar dengan potensi mencapai Rp2 miliar.
Selain itu, efek ekonomi di sekitar lokasi, seperti omzet parkir serta transaksi di luar area utama, diproyeksikan mencapai Rp 1 miliar.
Sementara pendapatan daerah dari retribusi parkir dan kebersihan ditargetkan menyumbang sekitar Rp50 juta bagi kas daerah.
“Hal ini sesuai dengan keinginan Bupati kita, bahwa kehadiran Pasar Ramadan ini diharapkan tidak hanya menjadi pusat belanja takjil, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Kotawaringin Timur,” jelasnya.
Pada tahun ini, Pasar Ramadan diramaikan sekitar 130 pedagang yang terbagi dalam dua zona.
Sebanyak 70 pedagang menempati area kuliner lokal di Jalan S. Parman, sebelah selatan Taman Kota Sampit.
Klaster lokal tersebut didominasi 42 pedagang kue tradisional, 17 pedagang minuman segar, enam pedagang asongan, serta tujuh dealer dan distributor pangan yang menyediakan kebutuhan pokok masyarakat.
Baca juga: UMKM Lokal Ramaikan Palangka Raya Fair 2025, Target Perputaran Uang Capai Rp3 Miliar
Baca juga: Rekomendasi Tujuh Titik Pasar Ramadan 2026 Ada di Palangka Raya Wajib Didatangi
| Listrik di Sampit Hidup-Padam, Warga Resah Alat Elektronik Rusak |
|
|---|
| Ketua DPRD Kotim Ancam Sanksi PBS Mangkir RDP, Tegaskan Kewajiban Plasma 20 Persen |
|
|---|
| Satgas Konflik Sosial Segera Turun, Pemkab Kotim Tertibkan Lahan Gapoktanhut Bagendang Raya |
|
|---|
| Pemuda di Desa Hanjalipan Kotim Ditemukan Meninggal Tak Wajar di Kamar, Polisi Selidiki Penyebabnya |
|
|---|
| Anggaran KONI Belum Jelas, DPRD Kotim Tekankan Loyalitas Atlet Jelang Porprov |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/pasar-ramadan-di-sampit-2026.jpg)