Berita Kotim Kalteng

Program Creative Youth Center Kotim Dipertanyakan Setelah Hampir Setahun Tanpa Kabar

Komunitas Pemuda Peduli Masyarakat (KPPM) Kotim mempertanyakan tentang Creative Youth Center (CYC) program unggulan Bupati Kotim Halikinnor

Tayang:
Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
Istimewa
VISI MISI BUPATI - Komunitas Pemuda Peduli Masyarakat (KPPM) pertanyakan program Creative Youth Center atau ikon keberpihakan kepada generasi muda yang pernah menjadi materi kampanye politik, namun hingga kini belum benar-benar hadir di lapangan, Selasa (27/1/2026). 

 

Ringkasan Berita:
  • Komunitas Pemuda Peduli Masyarakat (KPPM) Kotawaringin Timur mempertanyakan akan salah satu program unggulan Bupati Kotim Halikinnor.
  • Program unggulan Creative Youth Center atau ikon keberpihakan kepada generasi muda yang pernah menjadi materi kampanye politik, namun hingga kini belum benar-benar hadir di lapangan.
  • Organisasi ini menilai, absennya progres CYC mencerminkan lemahnya komitmen pemerintah daerah terhadap janji publik.

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Waktu terus berjalan, namun kabar tentang Creative Youth Center (CYC) di Kabupaten Kotawaringin Timur justru terasa semakin senyap. 

Program unggulan yang dulu dielu-elukan sebagai ruang masa depan bagi pemuda, kini nyaris tak terdengar gaungnya.

Hampir satu tahun sejak kembali dilantik untuk periode kedua, Bupati Kotim Halikinnor belum juga menunjukkan progres nyata atas program tersebut. 

Di tengah kondisi bupati yang dalam beberapa pekan terakhir dikabarkan berada di Jakarta untuk menjalani perawatan kesehatan, sejumlah janji kampanye kembali dipertanyakan publik.

Satu diantaranya yaitu program unggulan Creative Youth Center atau ikon keberpihakan kepada generasi muda yang pernah menjadi materi kampanye politik, namun hingga kini belum benar-benar hadir di lapangan.

Kekecewaan itu datang dari Komunitas Pemuda Peduli Masyarakat (KPPM). 

Organisasi ini menilai, absennya progres CYC mencerminkan lemahnya komitmen pemerintah daerah terhadap janji publik.

“Hampir satu tahun berlalu, tapi tidak ada penjelasan yang bisa dipegang. Yang ada hanya narasi. Ini bukan persoalan sabar atau tidak sabar, ini soal tanggung jawab,” ujar Ketua Umum KPPM, M Ridho. 

Menurutnya, Creative Youth Center seolah berhenti di ruang pidato dan dokumen kampanye. 

Tidak ada informasi terbuka mengenai perencanaan, tahapan pelaksanaan, maupun pelibatan komunitas pemuda yang seharusnya menjadi subjek utama program tersebut.

Alih-alih menjadi ruang tumbuh kreativitas, CYC kini dinilai kabur arah dan tujuan. 

KPPM bahkan menilai kondisi ini menyerupai pola lama dalam politik daerah janji dibunyikan keras saat kampanye, lalu perlahan memudar setelah kekuasaan diraih.

“Kalau hampir satu tahun hanya dihabiskan di tahap wacana, wajar kalau publik bertanya: ini program pembangunan atau sekadar alat pencitraan?” lanjutnya.

Kritik juga diarahkan pada minimnya partisipasi pemuda lokal. KPPM menilai, program yang mengatasnamakan pemuda namun dijalankan tanpa melibatkan mereka, pada akhirnya akan kehilangan makna.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved