Berita Kotim Kalteng
RSUD Murjani Sampit Rilis Data Pasien Dugaan Keracunan di Telawang, 2 Meninggal dan 1 Masih di ICU
Pihak RSUD Murjani Sampit merilis data terbaru terkait penanganan pasienn dugaan keracunan di Kecamatan Telawang Kotim, 2 meninggal 1 dirawat
Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
Ringkasan Berita:
- Dugaan kasus intoksikasi atau keracunan menimpa satu keluarga di Kecamatan Telawang, Kotim.
- Update data dari pihak RSUD Murjani Sampit 2 orang meninggal dan 1 orang masih dirawat di RSUD.
TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Pihak RSUD Murjani Sampit merilis data terbaru terkait penanganan pasien, dugaan kasus intoksikasi atau keracunan menimpa satu keluarga di Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah.
Dari total lima pasien yang ditangani, dua dinyatakan meninggal dunia, satu masih dalam perawatan intensif, dan dua lainnya telah pulih dan kembali ke rumah masing-masing.
Data tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD Murjani Sampit, Anggun Iman Hernawan, Sabtu (13/12/2025).
Menurutnya, pihak rumah sakit hingga kini masih melakukan observasi dan pemantauan medis terhadap pasien yang masih menjalani perawatan.
“Dari lima pasien yang masuk ke rumah sakit, dua sudah meninggal, satu masih dirawat secara intensif di ruang ICU, dan dua lainnya sudah boleh pulang,” kata Anggun kepada Tribunkalteng.com.
Balita Shazia Nur Mutiah Siregar (13 bulan), merupakan pasien pertama yang masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Murjani Sampit pada 7 Desember 2025 pukul 19.30 WIB.
Balita ini mengalami gejala serius yang diduga akibat intoksikasi dan dinyatakan meninggal dunia di UGD pada 8 Desember 2025 pukul 04.05 WIB.
Sedangkan satu pasien yang hingga kini masih memerlukan perawatan intensif adalah Nur Azmya Aira, perempuan berusia 6 tahun 10 bulan.
Ia dirawat di ruang ICU dan menurut pihak rumah sakit kondisinya masih dalam observasi ketat tim medis.
“Untuk Nur Azmya kondisi masih diawasi oleh tim dokter. Kami terus perhatikan perkembangan kesehatannya,” ujar Anggun.
Korban dewasa lainnya yang meninggal dunia adalah Fatmawati (44), sempat dirawat di ruang rawat inap Cempaka RSUD dr Murjani.
Ia masuk rumah sakit pada 8 Desember 2025 dan meninggal pada 11 Desember 2025 pukul 19.40 WIB.
Sementara itu, dua pasien sudah diperbolehkan pulang adalah Ajudinur (46) dan Habibah (17).
Ajudinur sempat dirawat di UGD pada 8 Desember, namun karena kondisinya stabil, pihak rumah sakit tidak melakukan rawat inap dan memperbolehkannya pulang pada hari sama.
Sedangkan Habibah, yang datang dalam keadaan hamil dan inpartu pada 8 Desember, sempat menjalani perawatan di ruang Seruni.
| Julukan Seribu Kafe di Sampit Mulai Berguguran, DKUKMPP Kotim Masih Cari Formula Selamatkan UMKM |
|
|---|
| Fantastis Rp 7,5 M Anggaran Perjalanan Dinas Anggota DPRD Kotim Disorot, Ketua Rimbun Angkat Bicara |
|
|---|
| Koperasi Merah Putih di Desa Eka Bahurui Kotim Kalteng Bakal Mulai Beroperasi, Buka Senin-Jumat |
|
|---|
| Banjir di Kotim, Kalaksa BPBD Sebut Kondisi Fluktuatif Akibat Hujan di Hulu Mentaya |
|
|---|
| Perketat Pemeriksaan Hewan Kurban, DPKP Kotim Waspadai Antraks dan PMK jelang Iduladha 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/keracunan-makanan-di-talawangg.jpg)