Berita Kotim Kalteng

Anak Buaya Tersangkut Kail Pemancing di Basirih Hilir, BKSDA Pos Sampit Ingatkan Warga Lebih Waspada

Pemancing bernama Udin warga Desa Basirih Hilir Kotim mendapati anak buaya terkait mata kailnya saat dirinya memancin, hal itu membuat warga heboh

Tayang:
Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
Istimewa
Tangkapan Layar - Warga Desa Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dibuat heboh setelah seorang pemancing bernama Udin tak sengaja mendapatkan seekor anak buaya saat memancing di pinggiran Sungai Mentaya, Kamis (27/11/2025). 

Ringkasan Berita:
  • Pemancin bernama Udin mendapati anak buaya terkait mata kail, saat dirinya tengah memancing di Sungai Mentaya, Desa Basirih Hilir Kotim.
  • Kejadian tersebut membuat warga sekitar heboh, lantaran induknya di sekitaran sungai itu.
  • BKSDA Resort Sampit pun mengingatkan agar warga lebih waspada terutama beraktivitas di sungai.

TRIBUNKALTENG.COM, KOTIM – Warga Desa Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), dibuat heboh setelah seorang pemancing bernama Udin tak sengaja mendapatkan seekor anak buaya saat memancing di pinggiran Sungai Mentaya.

Biasanya, Udin yang dikenal warga sebagai pemancing rajin, terutama saat musim udang, hanya membidik ikan Otek sebagai lauk harian. Namun kali ini, nasib berkata lain. 

Bukan ikan yang naik ke permukaan, melainkan reptil kecil dengan panjang sekitar satu meter.

“Amang Udin tu mau mencari ikan Otek,” ujar warga setempat, Bachtiar, saat dikonfirmasi Tribunkalteng.com, Jumat (28/11/2025).

Menurut Bachtiar, warga biasa menggunakan umpan dari isi perut ayam atau bekicot. Umpan itu dikenal ampuh untuk menarik ikan Patin atau Otek. 

Namun umpan tersebut ternyata juga memancing perhatian seekor anak buaya muara yang tengah berada di sekitar lokasi.

Begitu joran bergerak, Udin mengira ikan idaman tersangkut. Tak disangka, yang muncul justru anak buaya

Udin sempat mengangkatnya ke darat dan dibuat kaget. Meski ukurannya masih kecil, hewan tersebut tetap berbahaya.

“Sidin mancing di Basirih Hulu, tiba-tiba dapat buaya. Mau nggak mau dilepas, takut ada ibunya,” kata Bachtiar.

Setelah melepas kail dari mulut reptil itu, Udin langsung mengembalikannya ke sungai. Warga pun memastikan tak ada gangguan lanjutan dari hewan tersebut.

Sementara itu, Komandan Resort BKSDA Pos Sampit, Muriansyah, yang menerima laporan tersebut, memastikan hewan yang tersambar kail itu merupakan jenis buaya muara yang masih anakan.

“Itu jenis buaya muara. Masih anakan,” jelasnya.

Muriansyah menjelaskan, buaya seusia itu umumnya tidak sendirian. Biasanya masih terdapat beberapa anakan lain di sekitar wilayah sungai.

“Seukuran itu sudah misah dari induknya. Biasanya lebih dari satu anaknya,” tambahnya.

Ia mengimbau warga agar tetap berhati-hati, terutama bagi yang beraktivitas di bantaran sungai ataupun memiliki ternak di sekitar tepi perairan. 

Terlebih, akhir tahun hingga awal tahun merupakan fase kawin dan bertelur bagi buaya.

“Akhir tahun sampai awal tahun itu fase kawin dan bertelur. Buaya jadi lebih agresif,” pungkasnya.

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved