Breaking News

Berita Kotim Kalteng

Kebakaran di Jalan Metro TV Sampit Bikin Panik Warga, Api Berasal dari Gudang Diduga Korsleting

Kebakaran di Jalan Metro TV Sampit Kotim membuat warga sekitar panik, gudang penyimpanan barang bekas terbakar diduga karena korsleting listrik

Tayang:
Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Sri Mariati
Istimewa
KEBAKARAN - Suasana tenang di kawasan Jalan Metro TV, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendadak berubah panik pada Senin (4/5/2026) malam. 

Ringkasan Berita:
  • Kebakaran di Jalan Metro TV, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Senin (4/5/2026) malam. 
  • Kobaran api tiba-tiba muncul dari bagian belakang sebuah rumah warga diduga gudang penyimpanan barang bekas, memicu teriakan dan kepanikan warga sekitar.
  • Sebagian berteriak meminta pertolongan, sementara yang lain berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.

TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Suasana tenang di kawasan Jalan Metro TV, Kelurahan Mentawa Baru Hilir, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendadak berubah panik pada Senin (4/5/2026) malam. 

Kobaran api tiba-tiba muncul dari bagian belakang sebuah rumah warga, memicu teriakan dan kepanikan warga sekitar.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 19.42 WIB. Api yang awalnya kecil dengan cepat membesar karena muncul dari area gudang penyimpanan barang bekas yang mudah terbakar.

Warga yang melihat kejadian itu langsung berhamburan keluar rumah. 

Sebagian berteriak meminta pertolongan, sementara yang lain berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya.

“Api muncul tiba-tiba dari belakang, kami kaget dan langsung teriak minta tolong. Semua warga langsung keluar rumah dan berusaha padamkan api sebisa mungkin,” ungkap Andi seorang warga sekitar. 

Tak lama berselang, petugas dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim tiba di lokasi setelah menerima laporan dari warga.

Kepala Peleton 2 Disdamkarmat Kotim, Muhammad Febbry, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima informasi kebakaran tersebut.

“Begitu mendapat laporan, kami langsung menuju lokasi. Saat tiba, api sudah cukup besar karena berasal dari ruangan penyimpanan barang bekas di bagian belakang rumah,” ujarnya, Selasa (5/5/2026). 

Ia menjelaskan, kondisi ruangan yang dipenuhi material mudah terbakar membuat api cepat membesar dan berpotensi merembet ke bangunan lain.

“Banyaknya barang bekas yang mudah terbakar menjadi pemicu api cepat membesar. Namun berkat kesigapan warga yang lebih dulu melakukan pemadaman manual, api bisa ditahan agar tidak menjalar ke rumah lain,” jelasnya.

Febbry juga mengapresiasi peran warga dalam membantu penanganan awal sebelum petugas tiba di lokasi.

“Respons cepat warga sangat membantu. Kalau terlambat sedikit saja, kemungkinan api bisa merembet ke bangunan di sekitarnya,” tambahnya.

Petugas Damkar bersama relawan kemudian melakukan pemadaman intensif dan dilanjutkan proses pendinginan hingga situasi benar-benar aman sekitar pukul 20.37 WIB.

Baca juga: Ketua DPRD Kotim Rimbun Soroti Kebakaran Tongkang, Dorong Evaluasi dan Pengawasan Pelayaran

Baca juga: Update Daftar Korban Kebakaran Tongkang di Tanah Mas Kotim, Satu Orang Meninggal Dunia

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, sejumlah barang yang berada di bagian belakang rumah hangus terbakar dengan total kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp15 juta.

"Dugaan sementara, kebakaran dipicu oleh korsleting listrik di area belakang rumah," bebernya. 

Meski demikian, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Selain petugas Damkar, penanganan kebakaran juga melibatkan aparat kepolisian, Satpol PP, serta relawan pemadam kebakaran yang turut membantu di lokasi kejadian. 

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved