Berita Kalteng

Dexlite dan Pertamina Dex Naik, Solar Langka, Penyedia Jasa Transportasi Menjerit

Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Dexlite dan Pertamina Dex berdampak negatif pada pelaku usaha transportasi di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Tayang:
Tribunkalteng.com/Arai Nisari
ANTREAN PANJANG - Pengendara roda 2 mengantre BBM jenis Pertalite di SPBU Jalan Bukit Kaminting, Palangka Raya, Rabu (6/5/2026). 

Ringkasan Berita:
  1. Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Dexlite dan Pertamina Dex berdampak negatif pada pelaku usaha transportasi di Kalteng.
  2. Dexlite naik Rp2.450 menjadi Rp26.600 per liter, sementara Pertamina Dex naik Rp4.050 menjadi Rp28.500 per liter akibat penyesuaian harga nasional.
  3. Kondisi tersebut diperparah dengan kelangkaan solar di sejumlah SPBU, membuat pelaku usaha transportasi menjerit.
  4. Penyedia jasa transportasi sempat melakukan penyesuaian tarif pada April 2026 lalu, meski tak signifikan.

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Dexlite dan Pertamina Dex berdampak negatif pada pelaku usaha transportasi di Kalimantan Tengah (Kalteng).

PT Pertamina (Persero) kembali melakukan penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada 4 Mei 2026.

Di Kalteng, Dexlite naik Rp2.450 menjadi Rp26.600 per liter, sementara Pertamina Dex naik Rp4.050 menjadi Rp28.500 per liter akibat penyesuaian harga nasional.

Baca juga: Breaking News, Kakek 78 Tahun Hilang Saat Cari Kayu di Hutan Habaring Hurung Palangka Raya

Baca juga: Sehari Diumumkan, Pembatasan BBM oleh Pemko di Palangka Raya Ditunda, Antrean Jadi Pertimbangan

Baca juga: Kenaikan Solar Nonsubsidi Mulai Tekan Harga Sembako di Pasar Besar Palangka Raya Kalteng

Kondisi tersebut diperparah dengan kelangkaan solar di sejumlah SPBU, membuat pelaku usaha transportasi menjerit.

Direktur Utama PT Yessoe Transportasi Indonesia Palangka Raya, Evy Susiana mengungkapkan, kenaikan harga BBM berdampak signifikan terhadap operasional perusahaan.

“Sangat-sangat berdampak. Kalau solar kosong, mau tidak mau kami harus isi Dexlite atau Pertamina Dex, sementara harganya jauh lebih tinggi,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, dalam beberapa waktu terakhir sempat terjadi kelangkaan solar di sejumlah daerah, meski saat ini masih tersedia di beberapa titik seperti di Sampit dan Banjarmasin.

“Memang sempat beberapa hari kosong semua, dexlite kosong apalagi solar. Mau tidak mau ke pelangsir. Kita juga bingung kenapa pelangsir dapat sedangkan di SPBU kosong,” kata dia.

Evy juga mengeluhkan beberapa barcode pada unit bus untuk membeli solar diblokir MyPertamina.

“Beberapa barcode unit kami diblokir. Komunikasinya hanya lewat sistem, tidak ada penjelasan langsung. Ternyata ini juga dialami pengusaha bus di seluruh Indonesia,” ungkap Evy.

Akibat kenaikan harga BBM yang terjadi pada April dan awal Mei ini, serta keterbatasan akses solar subsidi, penyedia jasa transportasi kini dihadapkan pada pilihan menaikkan tarif atau tidak menjalankan unit.

“Kalau tarif naik, masyarakat yang terbebani. Tapi kalau tidak jalan, operasional tidak tertutup,” jelasnya.

Evy menambahkan, kenaikan BBM juga menyebablan kenaikan pada sektor lain seperti suku cadang dan ban.

“Ban saja sudah naik, padahal itu fast moving. Kami tetap pakai yang original demi keselamatan penumpang,” tegasnya.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved