Berita Kalteng

Rumah Sakit Keliling di Kalteng, 5 Unit Bus Dilengkapi USG, Mesin Rontgen hingga Fasilitas Bedah 

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul mengatakan, saat ini program tersebut masih dalam tahap proses, termasuk penganggaran.

Tribunkalteng.com/Ahmad Supriandi
WAWANCARA - Kadinkes Kalteng, Suyuti Syamsul 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah saat ini tengah menyiapkan program rumah sakit keliling untuk menjangkau layanan kesehatan hingga ke wilayah pelosok.

Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul mengatakan, saat ini program tersebut masih dalam tahap proses, termasuk penganggaran yang berasal dari kementerian melalui Dinas Kehutanan.

Baca juga: Curanmor di Kotawaringin Timur Terungkap, Kapolsek Jaya Karya: di Seruyan Ada yang Mengaku Polisi

“Kalau itu sementara kan proses, yang menganggarkan kan kementerian yang melalui dinas kehutanan. Tapi desainnya dari kami, nanti kalau sudah selesai itu nanti akan dioperasionalkan oleh Dinas Kesehatan,” ujarnya, Kamis, (16/4/2026).

Ia menyebut, program tersebut ditargetkan mulai berjalan pada Oktober 2026.

“Mudah-mudahan di bulan-bulan Oktober itu kita sudah bisa jalan,” katanya.

Dari program ini, Pemprov Kalteng menyiapkan lima unit bus untuk layanan rumah sakit keliling serta tiga unit khusus untuk layanan kesehatan gigi (dental mobile).

“Pemerintah provinsi menyiapkan 5 bis untuk mobile hospital, terus ada 3 itu untuk dental mobile,” jelasnya.

Menurut Suyuti, layanan kesehatan gigi menjadi salah satu fokus karena masih tingginya permasalahan di masyarakat. 

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sekitar 60 persen masyarakat mengalami gangguan gigi.

“Dari hasil pemeriksaan CKG itu ketemu 60 persen masyarakat itu bermasalah giginya. Nah sementara kita punya dokter gigi di Puskesmas, dari 207 Puskesmas yang punya dokter gigi cuma 100,” ungkapnya.

Untuk itu, salah satu solusi yang dilakukan adalah memperluas layanan dengan mengirimkan mobil kesehatan ke lapangan.

“Maka salah satu cara memperluas layanan gigi adalah dengan mengirim mobil-mobil ke lapangan,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, operasional rumah sakit keliling nantinya akan berada di bawah rumah sakit, seperti RSUD Doris Sylvanus, RS Kalawa Atei, serta di RSUD Hanau. Hal ini berkaitan dengan aspek perizinan.

“Kenapa harus rumah sakit yang operasionalkan? Karena terkait perizinan. Cangkangnya harus rumah sakit, termasuk perizinan seperti ronsen,” katanya.

Terkait fasilitas, kendaraan tersebut akan dilengkapi berbagai peralatan medis, seperti USG untuk pemeriksaan kebidanan, mesin rontgen, hingga fasilitas bedah mikro.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved