Berita Kalteng
Guru di Murung Raya Tidur pada Lab Sekolah, Ini Solusi Pemprov Kalteng
Pemprov Kalteng soroti seorang guru terpaksa tinggal di laboratorium sekolah karena tidak memiliki rumah layak huni.
Penulis: Muhammad Iqbal Zulkarnain | Editor: Pangkan Banama Putra Bangel
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Kejadian memilukan pernah terjadi di Kalimantan Tengah (Kalteng), ketika seorang guru terpaksa tinggal di laboratorium sekolah karena tidak memiliki rumah layak huni.
Peristiwa tersebut, yang sempat terjadi di Kabupaten Murung Raya pada 2024, kini menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi Kalteng agar tidak terulang kembali.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng, M. Reza Prabowo, membenarkan laporan tersebut.
Baca juga: Polres Kotim Benarkan Bripda Muhammad Fadel Sudah Ditemukan
Baca juga: PAD dari Pajak Reklame Masih Tertatih, Pemerintah Kota Palangka Raya Fokus Optimalisasi
Baca juga: MK Tolak Gugatan PHPU Barito Utara, Shalahuddin : Tidak Ada Lagi 01 dan 02
“Laporan terakhir kami terima pada 2024 dari Kabupaten Murung Raya. Seorang guru tinggal di laboratorium kimia salah satu SMA karena sekolah terpencil, akses terbatas, jumlah siswa sedikit, dan ruang lab tidak terpakai optimal,” ungkap Reza, Selasa (16/9/2025).
Menurutnya, hingga kini kondisi serupa sudah tidak ditemukan lagi.
Untuk mencegah kasus terulang, Pemprov Kalteng telah meluncurkan program perumahan khusus guru dengan skema uang muka (DP) 0 persen.
“Sementara ini memang masih on schedule, guru-guru tinggal mengusulkan aja. Memang serapan masih belum optimal, karena disesuaikan sama kemampuan keuangan guru,” jelasnya.
Reza menambahkan, banyak guru terkendala cicilan atau pinjaman lain, sehingga belum bisa memanfaatkan fasilitas perumahan DP 0 persen.
“Animo besar sekali. Tapi masih banyak, guru-guru kita ini sudah banyak ada yang pinjaman-pinjaman, sehingga memang tidak bisa dibelikan pinjaman lagi,” tuturnya.
Lebih lanjut, Reza menegaskan target perumahan guru masih sejalan dengan program prioritas Pemprov Kalteng melalui Kartu Rumah Betang.
“Seribu rumah guru itu juga masuk dalam program Kartu Rumah Betang. Kami harap bisa lebih dioptimalkan pada 2026, saat Kartu Rumah Betang benar-benar berlaku sesuai arahan Pak Gubernur,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menekankan, program ini diharapkan bisa menjadi solusi permanen agar guru tidak lagi kesulitan mendapatkan tempat tinggal layak.
“Ini jangan sampai guru-guru tidak punya rumah bahkan ada yang tidur di lab fisika, lab kimia, lab bahasa kita temukan” pungkasnya.
(Tribunkalteng.com)
| Upaya Cegah Karhutla di Kalteng Berujung Kompor Tak Nyala, Perempuan Peladang Tanggung Beban Besar |
|
|---|
| Walhi Ingatkan Ancaman Karhutla di Kalteng, Diperparah Deforestasi dan Godzilla El Nino |
|
|---|
| Soal Penanganan TBC di Kalteng Nanti Ada Insentif Dari Kementerian, ini Kata Suyuti Syamsul |
|
|---|
| Satu Terdakwa Sakit, Sidang Putusan Korupsi Pembangunan Pabrik Tepung Ikan di Kobar Ditunda |
|
|---|
| Negara Rugi Rp 286 Juta, 3 Terdakwa Korupsi KONI Barsel Peluk Keluarga Seusai Vonis Penjara 1 Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/Plt-kadisdik-Kalteng-Muhammad-Reza-Prabowo-26-Juni-2025.jpg)