Harga Tiket Pesawat Melangit

Harga Tiket Pesawat Melangit dan Langka Warga Terpaksa Tunda Mudik, Masih Berharap Extra Flight

Selain ketersediaan kursi yang terbatas bahkan langka, harga tiket yang dinilai cukup tinggi melangit juga menjadi kendala bagi penumpang.

Penulis: Muhammad Iqbal Zulkarnain | Editor: Haryanto
Tribunkalteng.com/Herman Antoni Saputra
Foto ilustrasi - Pesawat di bandara di Kalteng, beberapa waktu yang lalu. Selain ketersediaan kursi yang terbatas bahkan langka, harga tiket yang dinilai cukup tinggi melangit juga menjadi kendala bagi sebagian calon penumpang. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA — Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, sejumlah masyarakat di Palangka Raya mengeluhkan sulitnya mendapatkan tiket pesawat untuk perjalanan mudik. 

Selain ketersediaan kursi yang terbatas bahkan langka, harga tiket yang dinilai cukup tinggi melangit juga menjadi kendala bagi sebagian calon penumpang.

Sejumlah rute penerbangan menuju kota-kota besar di Pulau Jawa diketahui sudah mulai penuh dipesan hingga mendekati hari Lebaran. 

Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat harus menunda rencana mudik atau mencari alternatif perjalanan lain.

Baca juga: Harga Tiket Pesawat dan Kapal Laut Jelang Lebaran 2026, Batik Air Palangka Raya-Jakarta Rp6.546.730

Seorang warga, David (25) mengaku, tidak kebagian tiket pesawat tujuan Surabaya karena terlambat melakukan pemesanan. 

Ia mengatakan, sebelumnya menunda membeli tiket lantaran belum memastikan jadwal cuti dari tempat kerjanya.

“Saya tidak dapat kebagian tiket pesawat dengan tujuan Surabaya, karena sebelumnya menunda pembelian tiket karena belum mengajukan cuti kerja,” ujarnya saat ditemui TribunKalteng.com, Rabu (11/3/2026).

Menurutnya, ketika kembali mengecek ketersediaan tiket beberapa hari kemudian, hampir seluruh kursi penerbangan menuju Surabaya telah habis terjual.

“Sekarang saya cek sudah habis tiketnya. Kemarin sempat ada, tapi harus transit dulu dan harganya lumayan besar kalau transit itu,” katanya.

Akibat kondisi tersebut, David mengaku kemungkinan besar harus menunda kepulangan ke kampung halaman dan merayakan Lebaran di perantauan.

“Jadi kemungkinan saya baru balik ke daerah setelah Lebaran. Terpaksa harus Lebaran di perantauan,” ungkapnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Terry (31). 

Ia menilai harga tiket pesawat menjelang lebaran saat ini cukup mahal dan ketersediaannya pun sangat terbatas.

“Harga tiket mahal-mahal sekarang. Saya juga sempat cek di aplikasi, tapi banyak yang sudah habis atau jadwalnya setelah Lebaran,” ujarnya.

Terry mengaku masih berharap adanya tambahan penerbangan atau extra flight agar masyarakat yang belum mendapatkan tiket masih memiliki peluang untuk mudik.

Sumber: Tribun Kalteng
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved