Berita Palangka Raya

Disdik Kalteng Terapkan Hybrid Learning dan Virtual Teaching Upaya Dorong Transformasi Pendidikan

Dinas Pendidikan Kalteng, terus melakukan transformasi pendidikan dengan mengedepankan kolaborasi dan inovasi, upaya mendorong kualitas SDM

DISDIK KALTENG UNTUK TRIBUNKALTENG.COM
PEMBELAJARAN DIGITAL - Proses belajar mengajar menggunakan TV interaktif di SMAN 1 Pangkalan Bun, Selasa (10/6/2025). 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA Pemerintah Provinsi Kalteng melalui Dinas Pendidikan, terus melakukan transformasi pendidikan dengan mengedepankan kolaborasi dan inovasi.

Satu di antara caranya, mendorong pembelajaran hybrid dan pemanfaatan teknologi yang telah tersedia.‎

Plt Kepala Disdik Kalteng, Muhammad Reza Prabowo, menyampaikan bahwa saat ini guru-guru di Kalteng sudah mulai menerapkan sistem pembelajaran hybrid, yakni kombinasi tatap muka dan virtual.

Oleh karena itu, ia mendorong agar sistem hybrid ini diakui sebagai bagian dari beban jam mengajar resmi, mengingat adanya kebijakan baru dari Kementerian Pendidikan telah menurunkan batas minimal jam mengajar dari 24 menjadi 18 jam per minggu.

‎“Sekarang ada jadwal guru mengajar secara hybrid, saya ingin saat mereka mengajar hybrid itu masuk ke jam mereka mengajar. Karena ada peraturan dari Pak Menteri, dari 24 jam diturunkan menjadi 18 jam,” ucapnya, Selasa (8/7/2025).‎

Lebih lanjut, ia juga mendorong agar para guru diberikan ruang untuk mengajar secara virtual di sekolah lain.

Upaya ini dinilai strategis untuk mempererat kerja sama antar satuan pendidikan, terlebih Kalteng telah dilengkapi infrastruktur seperti TV interaktif dan jaringan digital yang saling terhubung.‎

‎“Kita sudah punya fasilitas. Jam mereka juga sudah diakui. Maka, beri mereka ruang untuk mengajar secara virtual lintas sekolah. Ini bagian dari semangat Merdeka Belajar yang harus benar-benar kita rasakan,” tambahnya.

Selain itu, ia juga tengah mematangkan program Huma Betang Digital, sebuah sistem pembelajaran digital yang mengintegrasikan teknologi papan tulis interaktif di ruang kelas.

Setiap guru yang akan mengajar melalui sistem ini diwajibkan untuk login terlebih dahulu. Begitu login dilakukan, sistem secara otomatis mencatat durasi mengajar secara real time.

‎“Kita sudah menyediakan Huma Betang Digital, jadi ini adalah kelas digital. Kita wajibkan setiap guru yang menggunakan papan tulis digital untuk mengajar langsung,” jelasnya.

Untuk diketahui, papan tulis interaktif yang digunakan telah dilengkapi dengan kamera pengawas, memungkinkan proses belajar-mengajar dipantau secara langsung.

Sistem ini memungkinkan transparansi, sekaligus menjadi lompatan besar dalam tata kelola pendidikan yang lebih canggih dan akuntabel.

Baca juga: Bebaskan Biaya Seragam Bagi Siswa Baru, Disdik Kalteng Larang Guru Jangan Berbisnis di Sekolah

Baca juga: Disdik Kalteng Akan Bangun Sekolah Unggulan Pada Tiga Zona Tahun Depan

‎“Guru yang sedang mengajar apa, dan siapa yang mengajar, itu dapat dilihat. Setiap papan tulis interaktif ada kameranya. Ini sedang dalam pengembangan dan dimantapkan,” bebernya.

Melalui arah kebijakan ini, Disdik Kalteng berharap lahir lebih banyak guru yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga berani menghadirkan inovasi lintas batas, baik dalam konteks geografis maupun sistem pembelajaran

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved