Berita Palangka Raya

Car Free Day Palangka Raya, Pasangan Muda Rintis Usaha Brand Lokal Parfum Mobil RACALL

Rifky (23) dan Denada (22), pasangan kekasih yang membangun brand lokal parfum mobil handmade bernama RACALL.

|
Arai Nisari/Tribunkalteng.com
JUAL PARFUME MOBIL - Denada (kiri) dan Rifky (kanan) di stand parfum mobil RACALL saat CFD Yos Sudarso Palangka Raya, Minggu (6/7/2025). Pasangan muda ini merintis usaha parfum mobil handmade sejak enam bulan lalu. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Minggu pagi di CFD Jalan Yos Sudarso Palangka Raya dipadati warga yang berburu jajanan dan menikmati suasana akhir pekan. 

Namun dari sebuah stand kecil di tepi jalan, tercium aroma yang berbeda.

Wangi kopi bali, lavender, hingga bubblegum menarik perhatian pengunjung.

Baca juga: CFD Yos Sudarso Uji Coba Penataan Dua Jalur, Pedagang Mulai Dibagi Sesuai Jenis Jualan

Baca juga: Huma Betang Night Keempat, Peningkatan Pendapatan Hingga Ajang Promosi

Baca juga: Wali Band Jadi Magnet Huma Betang Night, Bundaran Besar Kota Palangka Raya Kalteng Dipadati Warga

Semua berasal dari racikan tangan dua anak muda yang sedang merintis usaha.

Mereka adalah Rifky (23) dan Denada (22), pasangan kekasih yang membangun brand lokal parfum mobil handmade bernama RACALL.

Ide usaha ini muncul dari pengalaman Rifky saat membantu di bengkel keluarganya di Sampit.

Setiap mobil yang masuk bengkel, katanya, hampir selalu punya pewangi di dalam kabin.

Dari situlah inspirasi muncul.

“Saya lihat hampir semua mobil pasti ada pewanginya. Dari situ saya mikir, parfum mobil tuh kayak kebutuhan pokok juga. Akhirnya coba-coba racik sendiri, awalnya iseng, eh sekarang malah jadi usaha,” ujar Rifky saat ditemui di CFD, Minggu 6 Juli 2025.

Dengan belajar secara otodidak, Rifky meracik lima varian aroma yaitu Sakura, Bubblegum, Blackcurrant, Kopi Bali, dan Lavender.

Dua di antaranya, Kopi Bali dan Lavender, menjadi best seller karena wanginya yang khas dan menenangkan.

Sementara Rifky mengurus racikan dan produksi, Denada fokus di pemasaran.

Ia aktif membawa RACALL ke berbagai event lokal, termasuk bazar UMKM dan CFD, agar masyarakat lebih mengenal produk buatan tangan mereka.

“Baru dua minggu ini coba jualan di CFD. Responnya lumayan bagus, karena orang tertarik dengan konsep handmade dan produknya beda dari parfum mobil pasaran,” ujar Denada.

Pasangan ini telah menjalankan usaha RACALL selama sekitar enam bulan.

Menurut mereka, usaha kecil seperti ini bisa menjadi awal yang kuat jika ditekuni bersama.

“Kami mau buktikan, anak muda juga bisa mulai dari hal kecil. Yang penting yakin, konsisten, dan mau belajar bareng,” tutup Denada.

(Tribunkalteng.com)

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved