Kota Cantik

Warga Serbu Pasar Penyeimbang di Datah Manuah Palangka Raya, Telur hingga Gas Dijual Murah

Program Pasar Penyeimbang yang digelar setiap Sabtu selama Juli hingga Agustus 2025, dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-68 Pemerintah Kota

Penulis: Arai Nisari | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM/ARAI NISARI
PASAR - Warga membeli gas elpiji 3 kg seharga Rp22 ribu dalam program Pasar Penyeimbang yang digelar di Pasar Datah Manuah, Sabtu (5/7/2025) pagi. 

TIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Puluhan warga memadati Pasar Datah Manuah, Jalan Yos Sudarso, Sabtu (5/7/2025) pagi. Mereka datang sejak pukul 09.00 WIB untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Adanya program Pasar Penyeimbang yang digelar setiap Sabtu selama Juli hingga Agustus 2025, dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-68 Pemerintah Kota Palangka Raya.

Komoditas seperti gas elpiji 3 kg, telur ayam, minyak goreng, gula pasir, beras, hingga ikan segar jadi buruan pengunjung. Suasana pasar tampak ramai, dipenuhi antrean warga, sebagian besar ibu rumah tangga yang datang membawa tas belanja dari rumah.

Salah satu yang paling diminati adalah gas elpiji subsidi yang dijual seharga Rp 22 ribu per tabung. Penjualannya dibatasi satu tabung per KTP, dan dilakukan dengan sistem kupon.

“Gas 3 kilo cuma Rp 22 ribu, biasanya di luar sampai Rp 35 ribu. Lumayan banget. Tadi liat infonya di Instagram, ya udah langsung datang bawa fotokopi KTP, dapet kupon,” ujar Ruwati sambil tersenyum.

Selain gas, telur ayam juga termasuk komoditas yang paling dicari. Harga satu tabak telur dipatok Rp 50 ribu, lebih murah sekitar Rp 3.000 hingga Rp 5.000 dari harga pasar. Minyak goreng, gula pasir, dan ikan segar seperti nila dan patin juga tersedia dalam jumlah terbatas di sejumlah lapak.

Baca juga: Upaya Pengendalian Inflasi, DPKUKMP Palangkaraya Kembali Gelar Operasi Pasar Murah

Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Kesehatan Masyarakat Veteriner, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak DPKP Kota Palangka Raya, drh Ganjar Priyatno menyebutkan DPKP menggandeng distributor lokal untuk menyediakan telur dengan harga khusus.

“Telur dijual lebih murah, tapi memang kita batasi pembeliannya. Supaya semua warga kebagian dan pasar di luar juga tetap jalan. Kalau dilepas bebas, nanti orang semua lari ke sini, pedagang lain jadi terdampak,” ujarnya.

Pasar Penyeimbang ini diharapkan mampu menstabilkan harga bahan pokok dan menjaga daya beli masyarakat. 

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved