Edukasi UMKM di Palangka Raya
Olahan Pangsit Abon Ikan Widiya Tawarkan Camilan Sehat Harga Terjangkau, Usung Konsep Zero Waste
Menghadirkan camilan sehat berbahan dasar lokal, Widiya Teresia Valentina, pelaku UMKM asal Palangka Raya, sukses mengembangkan produk Mongemil
Penulis: Arai Nisari | Editor: Sri Mariati
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Berawal dari keinginan untuk menghadirkan camilan sehat berbahan dasar lokal, Widiya Teresia Valentina, pelaku UMKM asal Palangka Raya, sukses mengembangkan produk Mongemil, olahan pangsit abon ikan yang kaya gizi dan ramah lingkungan.
Diproduksi dengan tambahan abon ikan patin yang gurih dan lezat, produk ini menyasar konsumen yang ingin menikmati cemilan sehat dengan harga terjangkau. Dalam kemasan 50 gram, pangsit abon ini dibanderol hanya Rp 7 ribu.
"Saya pengin orang bisa makan camilan sehat dari ikan tanpa mikir mahal. Makanya saya buat produk ini, harganya cuma Rp 7 ribu tapi gizinya tetap dapet," kata Widiya saat ditemui dalam kegiatan edukasi keuangan UMKM bersama Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Kamis (3/7/2025).
Produk ini dikembangkan oleh kelompok UMKM Milifood Berkah Sejahtera dan didampingi oleh Perkumpulan Pramesti Malima Energi Fokus Sejahtera (PMEFS), sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi lokal.
Tak hanya soal rasa, Mongemil juga mengusung konsep zero waste. Daging ikan digunakan untuk isian abon, sementara bagian tulang dan kepala dimanfaatkan menjadi petis ikan oleh kelompok mitra lainnya.
"Kita manfaatkan semua bagian ikan. Jadi dagingnya jadi abon, tulangnya buat petis. Tidak ada yang terbuang," jelas Widiya.
Baca juga: Pemerintah Kota Palangka Raya Dukung UMKM Naik Kelas Lewat Edukasi Keuangan Bareng LPS II Surabaya
Baca juga: LPS II Surabaya Gelar Edukasi UMKM Palangka Raya, Kamis 3 Juli 2025 di Asrama Haji Kalteng
Dengan cita rasa khas, konsep minim limbah, dan harga yang ramah di kantong, Mongemil menjadi bukti nyata bahwa UMKM lokal mampu berinovasi dan berdaya saing.
Kehadiran Widiya dalam kegiatan sosialisasi literasi keuangan oleh LPS, membuktikan pentingnya dukungan edukasi finansial bagi pelaku usaha kecil, termasuk dalam hal pengelolaan modal, pencatatan keuangan, hingga strategi pengembangan produk.
"Harapannya lewat pelatihan seperti ini, UMKM bisa lebih paham mengelola keuangan agar usaha bertahan dan bisa berkembang lebih luas lagi," tutupnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.