Berita Palangka Raya
Pasca Kebakaran Kawasan Ponton, Ibu dan Anak Jalani Pendampingan Psikososial Atasi Trauma
Pendampingan psikososial untuk membantu para korban pasca kebakaran Ponton pulih dari trauma akibat musibah yang terjadi pekan lalu.
Penulis: Arai Nisari | Editor: Pangkan Banama Putra Bangel
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Anak-anak dan ibu terdampak kebakaran di Kompleks Ponton, Kelurahan Pahandut, mulai mendapatkan pendampingan psikososial.
Pendampingan tersebut untuk membantu para korban pasca kebakaran Ponton pulih dari trauma akibat musibah yang terjadi pekan lalu.
Baca juga: Ketua TP-PKK Kota Palangka Raya Avina Fairid Naparin Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran Ponton
Baca juga: Tinjau Lokasi Kebakaran di Ponton, Wali Kota Palangka Raya Salurkan Bantuan untuk 20 KK
Baca juga: Kisah Detik-detik Kebakaran Ponton Palangka Raya, Mariani: Saya Luka, Buka Pintu Langsung Api
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari upaya Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBP3APM) Kota Palangka Raya dalam merespons kebutuhan pemulihan psikologis anak dan keluarga yang terdampak.
Pendampingan dilaksanakan, pada Rabu (25/6/2025) di Posyandu Karya Sehati, RT 02 RW 26, Jalan Rindang Banua.
Kegiatan ini difasilitasi oleh DPPKBP3APM bekerja sama dengan TP-PKK Kota Palangka Raya, tim psikolog, serta remaja dari Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).
Psikolog, Gerry Olvina Faz menjelaskan, meski sebagian besar anak tidak menunjukkan gejala trauma berat, tetap diperlukan perhatian terhadap kondisi psikologis mereka.
Bahkan, menurutnya, fokus utama justru perlu diberikan kepada para ibu.
“Sering kali anak-anak tidak langsung menunjukkan gejala trauma. Tapi ketika orang tuanya stres, itu bisa berdampak pada pengasuhan. Anak bisa jadi susah tidur, susah makan, atau terlalu lama main gedget,” kata Gerry.
Ia menyebut, kondisi seperti itu jika dibiarkan bisa memengaruhi tumbuh kembang anak, bahkan menjadi faktor risiko stunting.
“Jadi dalam kegiatan ini, anak-anak diberi ruang bermain, ada dongeng yang mengandung nilai-nilai pemulihan. Sementara para ibu diajak berbagi cerita dan berdiskusi, agar bisa kembali melihat situasi dengan lebih tenang,” ujarnya.
Menurut Gerry, masyarakat di kawasan Ponton memiliki ikatan sosial yang kuat, yang bisa menjadi modal penting untuk pulih dari bencana.
“Warganya guyub, saling bantu. Itu kekuatan yang besar. Kami di sini hanya memfasilitasi dan mengingatkan kembali nilai-nilai positif yang mereka miliki,” tambahnya.
Ketua I TP-PKK Kota Palangka Raya, Hj. Lastri Mulyani, yang mewakili Avina Fairid Naparin, menyampaikan bahwa TP-PKK hadir sebagai pendamping dalam kegiatan tersebut.
“Kami berharap kegiatan ini bisa dilakukan secara kontinu sampai warga, terutama anak-anak dan ibu-ibu, bisa benar-benar pulih dari trauma,” ucap Lastri.
Ia menambahkan, TP-PKK akan terus mendampingi jalannya kegiatan psikososial sebagai bagian dari komitmen mendukung ketahanan keluarga pascabencana.
Program “1 Rumah 1 Sarjana” Kalteng Raih Penghargaan Inovasi Pendidikan Pemimpin Daerah Award 2025 |
![]() |
---|
Serapan Tenaga Kerja Lokal Palangka Raya Masih Minim, Gen Z jadi Generasi Aktif Masuk Dunia Kerja |
![]() |
---|
Ramai Demo Buruh di Berbagai Daerah, FSPP KSPI Kalteng Minta Perhatikan Kesejahteraan Buruh |
![]() |
---|
Kabar Baik untuk Warga Palangka Raya, Pasar Penyeimbang Berlanjut Tiap Sabtu, Cek Lokasinya |
![]() |
---|
1.800 Anak Ayam Berusia 2 Hari Hangus Terbakar di Kandang Kayu di Jalan Bengaris Palangka Raya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.