Berita Palangka Raya

Kalteng Masa Peralihan ke Musim Kemarau, Waspada Lahan Sangat Mudah Terbakar Terdeteksi

Prediksi BMKG wilayah Kalimantan Tengah akan masuk musim kemarau dari peralihan saat ini, sehingga sangat berpotensi terjadinya kebakaran lahan

Tayang:
Penulis: Ahmad Supriandi | Editor: Sri Mariati
ISTIMEWA
PETA - Peta tingkat kemudahan terbakar di Kalteng pada 5-7 Juni 2025. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Kalimantan Tengah (Kalteng) masih dalam peralihan musim hujan ke musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mencatat, sejumlah wilayah terdapat lahan kering mudah terbakar. 

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Ika Priti mengungkapkan, pada 5-7 Juni 2025 BMKG mendeteksi sejumlah lahan yang masuk dalam kategori sangat mudah terbakar. 

Untuk menentukan wilayah yang sudah memasuki musim kemarau, kata Ika, BMKG akan melakukan evaluasi pada dasarian II Juni 2025. 

"Dikarenakan kriteria sudah memasuki musim kemarau jika terdapat curah hujan kurang dari 50 milimeter selama 3 dasarian berturut-turut," kata Ika saat dikonfirmasi Tribunkalteng.com, Kamis (5/6/2025). 

Meski masih dalam masa peralihan, BMKG mendeteksi sudah ada lahan kering di Kalteng yang masuk dalam kategori sangat mudah terbakar. 

BMKG memetakan dan membagi tingkat kemudahan terbakar berdasarkan warna, mulai dari biru atau aman, hijau yang berarti tidak mudah, kuning artinya mudah terbakar, serta merah atau sangat mudah terbakar. 

"Untuk hari ini, esok dan lusa diprediksi ada wilayah yang masuk dalam kategori sangat mudah untuk terbakar ditandai warna merah," jelas Ika. 

Ika membeberkan, berdasarkan peta tingkat kemudahan terbakar di Kalteng, pada 5 Juni 2025, terdapat lokasi yang ditandai dengan warna merah. 

Titik itu berada di wilayah Kabupaten Pulang Pisau sampai Kapuas, serta perbatasan Barito Selatan dan Barito Timur. 

Kemudian, lanjut Ika, pada 6 Juni 2025, lokasi yang ditandai dengan warna merah menyusut di wilayah Kapuas, Barito Selatan, dan Barito Utara. Sedangkan di Pulang Pisau justru meluas. 

Baca juga: Karhutla di Palangka Raya, Hujan Masih Turun Kebakaran 0,34 Haktare Lahan di TJilik Riwut Km 8

Baca juga: Kalaksa BPBD Kotim Sebut 99.9 Persen Penyebab Karhutla di Kotawaringin Timur Ulah Manusia

Ika menambahkan, pada 7 Juni 2025, wilayah yang ditandai dengan warna merah lebih luas. Bahkan, hampir tak ada kabupaten/kota di Kalteng didominasi wilayah yang ditandai dengan warna biru. Mayoritas ditandai dengan warna merah, kuning, dan hijau. 

"Hanya Murung Raya yang didominasi tanda berwarna biru atau kategori aman," ucap Ika. 

Dengan kondisi ini, diharapkan masyarakat waspada dengan potensi bencana karhutla hingga menyebabkan kabut asap.

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved