Tausiah Menteri Agama

Merawat Kemabruran Puasa dari Shabir ke Mashabir oleh Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar

Nabi Ayyub orang yang paling sabar di dalam Alquran. Ia dicoba oleh Allah SWT dengan penyakit aneh. 

Editor: Haryanto
TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
BULAN RAMADAN - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar melakukan sesi wawancara khusus dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra di Sutdio Tribun Network, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2025) lalu 

TRIBUNKALTENG.COM - Nabi Ayyub orang yang paling sabar di dalam Alquran. Ia dicoba oleh Allah SWT dengan penyakit aneh. 

Sekujur tubuhnya mancur dan membusuk. Bukan hanya itu, luka di sekujur tubuhnya dikerumuni belatung. 

Akibatnya, ia dikucilkan oleh masyarakat, termasuk oleh istri yang selama ini mendampinginya. 

Ia dibuang jauh di luar perkampungan di sebuah pegunungan. Ia hidup di dalam sebuah gua yang gelap dan sendiri.

Suatu ketika ia termenung dan memandangi belatung yang sedang menggerogoti tubuhnya. 

Ia tiba-tiba berubah pandangan terhadap belatung-belatung yang menggerogoti
tubuhnya. 

Baca juga: Merawat Kemabruran Puasa dari Syukur ke Syakur pleh Menteri Agama Prof Dr KH Nasaruddin Umar

Ia menjadikan belatung-belatung tersebut sebagai temannya dan mengatakan, wahai para belatung, sahabatku, makanlah sepuas-puasnya dagingku karena kalian semua sekarang sudah menjadi sahabatku. 

Kalau hari-hari yang lampau kalian kuanggap musuhku, kemana-mana saya mencari tabib untuk memusnahkan kalian, maka sekarang satu-satunya yang bersedia menemaniku di kegelapan malam di dalam gua ini hanyalah kalian. 

Semua orang, termasuk anggota keluargaku, membuang aku di tempat yang jauh ini.

Setetelah sekian lama Allah SWT menguji Nabi Ayyub, maka suatu ketika ia diperintahkan oleh Allah untuk melakukan sesuatu: "Hantamkanlah kakimu; inilah air yang sejuk untuk mandi dan untuk minum,” (Q.S. Shad/38:42). 

Setelah Nabi Ayyub memukulkan kakinya ke tanah maka tiba-tiba mencuak aliran air jernih dan sejuk dari bekas tumit Nabi Ayub. 

Nabi Ayyub minum dan mandi dari air itu dan tiba-tiba ia merasakan perubahan yang amat besar di dalam dirinya. 

Ia tidak menyaksikan lagi luka di dalam dirinya dan sahabat-sahabat belatungnya tiba-tiba menghilang entah kemana. 

Bahkan bekas-bekas luka pun tidak tampak pada diri Nabi Ayyub. Ia lalu sembah sujud kepada Allah SWT dan bersyukur atas diakhirinya seluruh cobaan pada dirinya.

Ketika Nabi Ayub masuk kembali ke perkampungan di dalam kota dengan wajah tampan seperti semula, maka semua orang memujanya, termasuk istrinya. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved