Berita Palangka Raya
Cuaca di Palangka Raya Kalteng, Warga Jalan Mendawai dan BPBD Waspada Banjir
Kondisi cuaca di Palangka Raya Kalimantan Tengah. Dua Jalan di Kota Palangka Raya, kerap menjadi langganan banjir saat memasuki musim hujan.
Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Nia Kurniawan
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA - Berikut kondisi cuaca di Palangka Raya Kalimantan Tengah. Dua Jalan di Kota Palangka Raya, kerap menjadi langganan banjir saat memasuki musim hujan.
Ya, dua Jalan tersebut adalah Jalan Mendawai dan Jalan Anoi, yang berada di Kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya Kalimantan Tengah.
Setiap hujan deras yang terjadi di dua Jalan tersebut, masyarakat sekitar selalu was-was jikalau ada banjir yang menerjang rumah mereka.
Sebelumnya, kedua wilayah ini merupakan satu diantara wilayah yang menjadi langganan banjir pada setiap musim hujannya.
Baca juga: Profil Jembatan Tumbang Nusa, Jalur Penghubung Palangka Raya - Banjarmasin Kondisinya Dikeluhkan
Selain akibat aliran sungai yang meluap, masyarakat sekitar juga menduga banjir yang sering melanda daerah tersebut disebabkan oleh tersumbatnya drainase air dari sampah rumah tangga warga.
Ezra, warga yang tinggal di Jalan Mendawai 1 Palangka Raya, mengungkapkan kekhawatirannya.
"Sejak saya kecil hingga sekarang di Jalan Mendawai ini selalu banjir kalau musim hujan. Tahun lalu juga masih banjir,” kata Ezra, Minggu (19/1/2025).
Dirinya merasa, tahun 2019 dan 2021 menjadi banjir terparah bagi warga yang tinggal di sekitaran Jalan Mendawai dan Jalan Anoi.
Pada saat itu, menurut Ezra, ada ratusan rumah terendam banjir hingga berminggu-minggu lamanya.
"Tahun 2019 dan 2021 itu mungkin yang parah, tingginya sekitar satu meter hingga lebih dari dua meter, semua rumah di sini hampir terendam semuanya," bebernya.
Saat itu, kata dia, banyak warga yang memilih mengungsi dan sebagian ada bertahan di rumah sambil menunggu banjir surut.
“Kami banyak yang nggak ngungsi. Nunggu surut sampai lebih dari satu minggu. Soalnya waktu itu ada dibangunan Posko banjir,” terangnya.
Dia menduga banjir disebabkan oleh belum maksimalnya serapan air yang ada di drainase Jalan Mendawai.
Sehingga, air sungai yang tidak mampu menampung debit air menjadi meluap dan menggenangi rumah warga.
"Bisanya kalo hujan bertahan lama dan terjadi lebih dari satu hari, biasanya air mulai naik," bebernya.
Terpisah, saat dikonfirmasi oleh Tribunkalteng.com mengenai debit air, Kabid Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Fauzi pun menerangkan demikian.
"Kita (BPBD, red) sudah melakukan pemantauan di lokasi yang menjadi langganan banjir, dan dari pemantauan kami belum ada kenaikan debit air yang signifikan," pungkas Heri Fauzi. (*)
| 2 SPPG di Palangka Raya Belum Kantongi SLHS, Dinkes Ungkap Kendala Hasil Uji Laboratorium |
|
|---|
| Hujan Guyur Palangka Raya Sejak Pagi Senin, BMKG Prediksi Potensi Hujan hingga 16 April 2026 |
|
|---|
| Harga Plastik Naik, Pedagang Es di Palangka Raya Keluhkan Untung Menipis |
|
|---|
| Hobi Jadi Hoki, Anik Tekuni Kerajinan Bunga Akrilik Selama 10 Tahun |
|
|---|
| Wisuda Universitas Palangka Raya Jadi Peluang Usaha, Penjual Buket Raup Omzet Jutaan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/cuaca-palangka-kalteng-d.jpg)