Idul Fitri 2024

Hasil Sidang Isbat Hari ini dan Jadwal Lebaran Idul Fitri 1445 H Muhammadiyah 10 April 2024

Jadwal Idul Fitri 1445 H atau Lebaran 2024 untuk Muhammadiyah sesuai Kalender 2024.

Editor: Nia Kurniawan
Freepik @freepik
Jadwal Idul Fitri 1445 H atau Lebaran 2024 untuk Muhammadiyah sesuai Kalender 2024. 

Rabu, 24 April 2024 = 15 Syawal 1445 Hijriah

Kamis, 25 April 2024 = 16 Syawal 1445 Hijriah

Jumat, 26 April 2024 = 17 Syawal 1445 Hijriah

Sabtu, 27 April 2024 = 18 Syawal 1445 Hijriah

Minggu, 28 April 2024 = 19 Syawal 1445 Hijriah

Senin, 29 April 2024 = 20 Syawal 1445 Hijriah

Selasa, 30 April 2024 = 21 Syawal 1445 Hijriah

Jadwal Sidang Isbat

Sidang Isbat tersebut akan digelar besok, Selasa (9/4/2024), oleh Kementerian Agama (Kemenag).

Sidang isbat akan dilaksakan secara tertutup di Auditorium HM. Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jalan MH Thamrin, Jakarta.

Sebagai informasi, dasar hukum sidang isbat ini juga tercantum dalam Pasal 52 A Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.

Pasal itu menyebutkan, Pengadilan Agama memberi isbat kesaksian rukyat hilal dalam penentuan awal bulan pada tahun hijriah.

Sidang isbat merupakan wadah musyawarah organisasi masyarakat Islam, pakar falak dan astronomi, lembaga terkait (BMKG, BIG, Planetarium, ITB Bosscha, UIN, dan lainnya), dalam menentukan bersama waktu memulai ibadah puasa dan berhari raya untuk kemaslahatan umat dan Ukhuwah Islamiyah.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Agama, ada tiga agenda pada siang Isbat yang akan dilaksanakan besok, Selasa, sebagai berikut:

1. Seminar posisi hilal

Jadwal pelaksanaan: 17.00 WIB

Sidang terbuka untuk umum dan disiarkan secara langsung di saluran Youtube Bimas Islam TV

2. Pelaksanaan sidang isbat

Jadwal pelaksanaan: 18.15 WIB

Sidang dilaksanakan secara tertutup untuk umum

3. Konferensi pers penetapan 1Syawal 1445 H

Jadwal pelaksanaan: 19.05 WIB

Lebaran 2024 Diprediksi Serentak

Lebaran 2024 atau Idul Fitri 1445 Hijriah diprediksi akan jatuh pada Rabu (10/4/2024).

Di mana, artinya, Muhammadiyah dan Pemerintah atau NU akan memiliki waktu yang bersamaan dalam merayakan Idulfitri 2024.

Hal tersebut disampaikan oleh Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Antariksa, Thomas Djamaluddin.

Thomas lantas menjelaskan, selama ini analisis awal Syawal atau Idul Fitri menggunakan hisab global dengan melihat garis tanggal sesuai kriteria yang digunakan.

Indonesia sendiri juga mengacu pada kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) yang menetapkan posisi bulan minimal berada pada tiga derajat di atas ufuk dengan sudut elongasi 6,4 derajat.

Thomas menuturkan, pada Selasa (9/4/2024) di waktu Maghrib nanti, tinggi bulan di seluruh wilayah Indonesia sudah lebih dari tiga derajat.

Data tersebut diperoleh Thomas dari aplikasi Accurate Hijri Calendar oleh Dr. Abdurro’uf.

Sementara itu, sudut sudut elongasi geosentrik di wilayah Indonesia sudah lebih dari 6,4 derajat.

Posisi bulan pada 9 April mendatang juga sudah berada di atas ufuk, yang artinya sudah sesuai dengan kriteria lainnya.

“Artinya, pada 9 April nanti sudah memenuhi kriteria awal Syawal berdasarkan kriteria MABIMS,” ungkap Thomas, dikansir Kompas.com, Senin (18/3/2024).

“Maka awal Syawal atau Idul Fitri 1445 Hijriah secara hisab, akan jatuh pada Rabu (10/4/2024),” tambahnya.

(Tribunnews.com/ Tribunkalteng.com)

Sumber: Tribunnews
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved