Religi

Cara Cepat Hafal Alquran, Ustadz Adi Hidayat Berbagi Trik Agar Tidak Mudah Lupa

Cara Menghafal Alquran, Ustadz Adi Hidayat Berbagi Trik Agar Tidak Mudah Lupa

|
Editor: amirul yusuf
Surya/Ahmad Zaimul Haq
Heri Purwanto (8) bocah penyandang tunanetra yang juga penghapal Alquran ditemani ibunya Sufiah (33). Cek Cara Menghafal Alquran, Ustadz Adi Hidayat Berbagi Trik Agar Tidak Mudah Lupa 

TRIBUNKALTENG.COM - Inilah cara cepat menghafal Alquran, Ustadz Adi Hidayat berbagi trik agar tidak mudah lupa.

Sebagaimana diketahui Alquran adalah kitab suci umat Islam yang berisi hukum, perintah, dan pedoman hidup bagi kaum muslimin.

Alquran terbagi 114 surah dalam 30 juz, dimulai Surah Al-Fatihah dan diakhiri Surah An-Nas.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan sifat hafal dan lupa adalah fitrah kehidupan. Sifat lupa sendiri terbagi dua, ada lupa yang sifatnya anugerah.

Baca juga: Bacaan Doa dan Rukun Melaksanakan Sujud Tilawah, Ustadz Abdul Somad Jelaskan Sesuai Ajaran Fikih

Baca juga: Doa Naik Pesawat dalam Bahasa Arab dan Latin, Minta Keselamatan Saat Perjalanan Udara

"Untuk meringankan beban kehidupan kita, atau dalam konteks ibadah tertentu bahkan untuk menambah pahala, ini sifatnya disyukuri," jelas Ustadz Adi Hidayat dilansir dari kanal youtube Adi Hidayat Official.

Ada bagian tertentu dalam kehidupan yang dilupakan seseorang agar tidak menjadi bebab pikiran, dan ini adalah anugerah dari Allah yang patut disyukuri.

Berikutnya lupa yang diakibatkan karena perbuatan maksiat, berdampak pada jauhnya hubungan seorang hamba dengan Allah dan melupakan nilai-nilai kebaikan.

Misalnya orang yang bermaksiat akan lupa waktu shalat dan mengaji Alquran, sehingga jadi jauh hubungannya dengan Allah SWT.

Ada kondisi tertentu, seseorang tidak bermaksiat ikhtirnya banyak bahkan shalat Tahajud dan puasa sunnah, namun orang ini susah untuk menghafal Alquran yang sudah menjadi qadarullah atau takdir Allah SWT.

"Tidak secepat menghafalnya orang lain, misal orang lain 10 menit sudah hafal satu halaman, sedangkan orang ini satu jam belum hafal, pindah halaman sudah lupa sebelumnya, hikmahnya adalah untuk memberikan tambahan pahala kepadanya dengan mengulang hafalan yang telah diusahakan," paparnya.

Sehingga yang terpenting adalah bukan berapa banyak hafalan yang dikumpulkan, berapa banyak juz yang telah dihafalkan, tapi berapa banyak ikhtiar kita menghadirkan Alquran hadir dalam jiwa kita berdasarkan kemampuan usaha.

Jadi yang dinilai Allah adalah ikhtiarnya bukan berapa juz yang telah dihafalkan. Secara sederhana umumnya, setiap hafalan tidak hanya dilakukan dalam satu kali membaca, namun seringkali diulang-ulang agar tertanam kuat diingatan.

UAH mencontohkan menghafal ayat dari Surah Al-Baqarah yakni Dzaalikal kitaabu la roibafiih, maka dibagi menjadi dua kata yakni Dzaalikal kitaabu dan la roibafiih secara berulang-ulang.

Allah telah menjanjikan satu huruf yang dibaca akan mendapat 10 kebaikan, jikalau membaca Alquran untuk dihafal dilakukan berulang-ulang maka pahala kebaikan dari Allah SWt akan berlipat ganda.

"Jadi ada orang yang diinginkan Allah berlimpah dulu pahalanya, urusan hafal Alquran gampang, bagi Allah mudah begitu dimudahkan orang itu maka akan mudah semudah-mudahnya, mungkin saat ini sulit, namun tidak menutup kemungkinan ke depannya bisa 30 juz hafal," urai UAH.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved