Liga Prancis

Isyarat Messi Akan Dihujat di Prancis, Eks PSG Provokasi Warga Agar Bersiul ke Kapten Inter Miami

Kapten Inter Miami yakni Lionel Messi terancam akan mendapat hujatan dan intimidasi jika datang ke Olimpiade 2024 di Prancis

Tayang:
Editor: amirul yusuf
AFP/Geoffroy Van Der Hasselt
Kapten Inter Miami yakni Lionel Messi terancam akan mendapat hujatan dan intimidasi jika datang ke Olimpiade 2024 di Prancis 

TRIBUNKALTENG.COM - Kapten Inter Miami yakni Lionel Messi terancam akan mendapat hujatan dan intimidasi jika kembali ke Prancis.

Hal tersebut disampaikan mantan bintang Paris Saint-Germian (PSG), Jerome Rothen yang menyebutkan apa yang akan terjadi jika Lionel Messi bermain dalam Olimpiade 2024.

Soal potensi Messi mentas di Olimpiade, Jerome Rothen memberikan tanggap negatif.

Pria berumur 45 tahun meminta orang-orang Prancis agar bersiul sebagai tanda cemoohan jika La Pulga memperkuat timnas U-23 Argentina.

Baca juga: Transfer Mbappe tak Bisa Diharap, Nafsu Arsenal dan Liverpool Idamkan Striker PSG Bisa Bermasalah

Baca juga: Isyarat Luffy One Piece Kejar Ayu Ting Ting, Ibu Bilqis Ditinggal Fardana ke Papua Jelang Menikah

Ucapan Rothen didasari oleh ketidaksukaanya terhadap performa buruk Messi selama dua tahun membela PSG.

"Sebagai warga Paris dan Prancis, melihat dia di sini lagi tampil bersama Argentina?" kata Rothen seperti dikutip BolaSport.com dari La Nacion.

"Teman-teman, jika ada cara untuk menyangkal fakta bahwa Messi telah tertawa di depan kita selama dua tahun, bersiullah."

"Saya tidak mengatakan bahwa Anda harus melakukan kekerasan, tapi bersiullah saat dia berada di lapangan untuk menunjukkan kepadanya bahwa kami sangat tidak puas atas citra yang diberikannya di PSG, Paris, dan Prancis," ucap winger PSG periode 2004–2010.

Paris meninggalkan memori buruk bagi Messi.

Dia tak menikmati kehidupan Kota Cinta selama membela PSG dari 2021 hingga 2023.

Messi kerap menjadi sasaran cemoohan suporter Les Parisiens yang kecewa atas kegagalan klub dalam meraih gelar Liga Champions.

Dengan status Messi sebagai pesepak bola terbaik dunia dan gaji Rp 11 miliar per pekan, wajar jika ultras PSG berharap lebih.

"Dua tahun di sana, saya tidak bahagia, saya tidak nyaman," ujar pria kelahiran Rosario itu dalam wawancara dengan Mundo Deportivo selepas meninggalkan PSG.

Komentar Messi soal kota Paris pun tak bisa diterima dengan baik oleh Rothen.

"Saya pikir semua orang Prancis menghormati dia ketika datang. Tentu Anda berharap rasa hormat itu bersifat timbal balik," kata Rothen.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved