Berita Kalteng
Laka Lantas di Kalteng 2023 Capai 1.091 Naik 21 Persen, Korban Meninggal Dunia Capai 314 Orang
laka lantas di Kalteng mengalami kenaikan 21 persen dibanding tahun sebelumnya. Korban meninggal dunia capai 314 orang.
Penulis: Pangkan B | Editor: Fathurahman
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Jumlah kecelakaan lalu lintas atau laka lantas di Kalteng mengalami kenaikan 21 persen dibanding tahun sebelumnya, Sabtu (30/12/2023).
Naiknya laka lantas di Kalteng tersebut dibenarkan Kapolda Kalteng, Irjen Pol Djoko Poerwanto melalui Dirlantas Kombes Pol RS Handoyo.
“Jumlah laka lantas di Kalteng mengalami kenaikan sebesar 21 persen, pada 2022 hanya 901 kasus menjadi 1.091 pada 2023,” terangnya.
Selain itu, jumlah korban laka lantas pun mengalami kenaikan sebesar 10 persen, pada 2022 hanya 1.404 korban, menjadi 1.558 korban pada 2023.
Baca juga: Sempat Dilarikan ke Puskesmas, Nyawa Sopir Minibus Korban Laka Lantas Kota Besi Tak Terselamatkan
Baca juga: Laka Lantas Kota Besi Menambah Angka Kecelakaan di Kotim, Tercatat Tahun 2023 Capai 215 Kasus
Baca juga: Selama 8 Bulan Terjadi 157 Kali Laka Lantas di Palangkaraya, Sebanyak 39 Jiwa Melayang di Jalanan
“Sementara korban laka lantas yang meninggal dunia mengalami penurunan sebesar 1 persen, pada 2022 sebanyak 318 korban, kini menjadi 314 korban pada 2023,” terang Dirlantas.
Lalu, jumlah korban laka lantas dengan luka berat pun mengalami kenaikan sebesar 54 persen, pada 2022 hanya 111 korban, menjadi 171 korban pada 2023.
Hal tersebut juga terjadi pada korban laka lantas dengan luka ringan pun mengalami kenaikan sebesar 10 persen, pada 2022 hanya 975 korban, menjadi 1.073 korban pada 2023.
Akibat sejumlah kenaikan tersebut, kerugian materil pun mengalami kenaikan sebesar 61 persen, pada 2022 kerugian mencapai Rp 3.111.475.000, sedangkan pada 2023 naik menjadi Rp 5.020.800.000.
“Penyelesaian laka lantas P21 mengakami penurunan 87 persen, dari 31 kasus pada 2022, menjadi 4 kasus pada 2023,” terang Dirlantas.
Bahkan untuk SP3 pun mengalami penurunan sebesar 63 persen, dari 73 kasus pada 2022, menjadi 64 kasus pada 2023.
“Kemudian untuk penyelesaian di luar pengadilan atau restoratif justice (RJ) mengalami penurunan sebesar 64 persen, pada 2022 sebantam 318 kasus, menjadi 113 kasus pada 2023,” ungkap Kombes Pol RS Handoyo.
Dirinya pun menjelaskan 3 satuan kerja wilayah (Satkerwil) dengan angka kecelakaan lalu lintas tertinggi.
“3 Polres dengan jumlah laka lantas terbanyak ialah peringkat pertama Polresta Palangkaraya dengan 275 kasus, kemudian Polres Kotim dengan 207 kasus, dan Polres Seruyan dengan 87 kasus,” papar Dirlantas.
Kombes Pol RS Handoyo pun menjelaskan terjadinya laka lantas dilihat dari perilaku pengemudi di jalan raya.
“Bila dilihat dari segi perilaku pengemudi, yang paling sering dilanggar, yaitu ceroboh terhadap lalu lintas dari depan sebanyak 296 kasus, naik 113 persen dari 2022 sebanyak 127 kasus,” terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/e3rt54t6y7u.jpg)