Berita Palangkaraya
Menjelang Malam PergantianTahun, Penjual Kembang Api Menjamur di Pinggiran Jalan Palangkaraya
Jelang malam pergantian tahun 2024, sudah biasa ada pesta kembang api. Para penjual kembang api pun mulai menjamur di pinggiran jalan Palangkaraya.
Penulis: Herman Antoni Saputra | Editor: Fathurahman
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Jelang malam pergantian tahun 2024, penjual kembang api mulai menjamur di pinggiran jalan Palangkaraya.
Para penjual kembang api tersebut mulai menjajakan kembang api di pinggir jalan, seperti di jalan Tjilik Riwut KM. 1, Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah.
Ahmad Kurnain, salah satu penjual kembang api mengungkapkan sudah 10 tahun ini dia menekuni penjualan kembang api tersebut terutama saat mendekati malam pergantian tahun.
Pria yang lebih akrab disapa Kurnian tersebut mengatakan saat menekuni bisnis penjualan kembang api tersebut ia dibantu oleh anaknya.
Baca juga: Dibuka Gubernur Sugianto Sabran, Porprov Kalteng 2023 di Sampit Meriah Dengan Pesta Kembang Api
Baca juga: Kembang Api Tutup Lewu Palangka Festival, Dua Bulan Jelang Akhir Jabatan Wali Kota dan Wakil Pamitan
Baca juga: Personel Polresta Palangkaraya Gelar Patroli, Sosialisasi Terkait Penjualan Kembang Api dan Petasan
"Saya berjualan sudah hampir 10 tahun dan kemungkinan tahun ini lebih ramai dari tahun sebelumnya," kata Kurnain saat ditemui oleh Tribunkalteng.com, Kamis (28/12/2023).
Untuk harga Kurnain mengatakan dari yang paling murah dengan harga Rp10.000 sampai dengan yang paling mahal dengan harga Rp6.000.000.
"Kalo harga relatif ya mas karena tiap toko beda beda tapi kalo ditoko saya paling mahalnya ada di angka Rp6.000.000 juta an," kata Kurnain.
Kurnain mengataka untuk omzet harian rata-rata hingga Rp5.000.000 juta sampai Rp6.000.000 juta.
Lanjutnya, untuk jualan kembang api mereka mulai jualan dari tanggal (22/12/2023) sampai (1/1/2024).
"Untuk Tahun ini kayanya lebih rame dari tahun kemaren mas soalnya rata-rata omzet penjulan harian kali ini sampai Rp6.000.000 jutaan," tambah Kurnain.
Kurnain mengatakan omzet kotor penjualan bisa sampa Rp100.000.000 juta lebih.
"Saya berharap ya mas semoga tahun ini pendapatan omzet saya bisa lebih banyak lagi dari tahun kemaren," tutup Ahmad Kurnain.(*)
(Herman Antoni Saputra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/w3ty4y5u6ujk.jpg)