Berita Palangkaraya

Penjual Nasi Bungkus di Palangkaraya Beralih ke Beras Jawa Karena Harga Beras Lokal Merangkak Naik

Mahli penjual nasi bungkus mengaku resah dengan lonjakan harga beras lokal di Palangkaraya, terpaksa beralih ke beras jawa

Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/Dwi Cahyo
Kolase, harga beras di Palangkaraya yang merangkak naik, menyebabkan penjual nasi bungkus mengeluh lantaran beralih ke beras jawa. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Mahli, penjual nasi bungkus mengaku resah dengan lonjakan harga beras lokal di Palangkaraya, Rabu (15/11/2023).

Beras mayang yang sebelumnya Rp 17 ribu perkilogram, sekarang mencapai harga Rp 24 ribu.

Lonjakan ini berimbas pada dagangannya yang menjual nasi bungkus.

Tak kurang akal, Mahli berinisiatif mengganti dengan beras jawa, seperti merk Lahab, dan Raja Lele.

"Teksturnya pasti beda mas, cuma mau gimana lagi. Mau naikin harga nasi bungkus takut jarang yang beli", ungkapnya.

Mahli, menyatakan sebagian pelanggan memahami hal ini. Termasuk konsumen langgananya.

"Ada yang paham mas, ada juga yang bertanya kok rasanya beda dari sebelumnya", ungkap Mahli.

Baca juga: Kendalikan Inflasi, Pemkab Kobar Kembali Gelar Pasar Murah, Salurkan 5.580 Paket Sembako

Baca juga: Harga Beras Lokal di Palangkaraya Terus Melonjak, Uang Belanja Para Ibu Rumah Tangga Membengkak

Baca juga: Satgas Ketahanan Pangan, Pastikan Beras Beredar di Palangkaraya Sudah Diawasi dan Aman Konsumsi

Namun, tak jarang Mahli masih membeli beras mayang untuk campuran beras jawa yang dibelinya.

Tak hanya Mahli, hampir ibu rumah tangga di Kota Cantik pun mengeluhkan harga beras lokal yang terus merangkak naik.

Uang belanja bulanan pun membengkak dan pengeluaran lebih besar dibandingkan dari biasanya.

"Belanja beras 10 kg sudah hampir 250 ribu, belum belanja yang lain kaya telur, gula, dan lain-lain, naik semua sekarang mas", ungkap Poniyati.

Dirinya menjelaskan, meskipun harga beras lokal mahal tidak merubah pola konsumsi rumah tangga.

"Namanya juga kebutuhan ya tetep beli, makan ya tetep 3 kali sehari mas, sudah kebiasaan konsumsi beras mayang soalnya, meskipun mahal ya tetap beli," tukasnya. (TribunKalteng/Dwi Cahyo)

Sumber: Tribun Kalteng
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved