Berita Palangkaraya
Gelar Pameran Sampel Hama Penyakit Hewan, Balai Karantina Pertanian Palangkaraya Edukasi Warga
Pameran koleksi sampel Hama Penyakit Hewan digelar Balai Karantina Pertanian Kelas II Palangkaraya itu untuk mengedukasi warga.
Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA - Pameran koleksi sampel Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK), Hama Penyakit Ikan Karantina (HPIK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) digelar di Palangkaraya.
Kegiatan yang dilaksanakan oleh Badan Karantina Pertanian Kalimantan Tengah (Kalteng) melalui Balai Karantina Pertanian Kelas II Palangkaraya itu untuk mengedukasi warga.
Kegiatan yang digelar Balai Karantina Pertanian tersebut dalam rangka menyambut hari jadi Karantina Indonesia ke-146 ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat terkait jenis komoditas yang dilalu lintaskan di wilayah kerja Badan Karantina Pertanian Kalteng.
“Tugas dari Karantina Pertanian adalah untuk mencegah masuk, keluar, dan tersebarnya HPHK, HPIK, maupun OPTK yang mungkin bisa terdeteksi dari komoditas-komoditas ini. Yang kami pamerankan hari ini adalah sampel dari hewan maupun tumbuhan yang dilalulintaskan di wilayah kerja kami,” kata Sub Koordinator Karantina Hewan, Danang, Rabu (11/10/2023).
Baca juga: Gempa Terkini Rabu 11 Oktober 2023, Magnitudo 4,0 SR Guncang Barat Daya Tanggamus Lampung
Baca juga: Viral, Kenakan Rompi Juru Parkir, Pria Ini Naik Mobil ke Tempat Kerja Saat Turun Atur Kendaraan Lain
Baca juga: Ganggu Aktivitas Warga Bersantai, Pedagang di Area Taman Yos Soedarso Palangkaraya Diedukasi
Lanjutnya, Karantina Pertanian bertugas untuk memastikan bahwa telah dilakukan tindakan karantina terhadap komoditas yang berpotensi membawa hama penyakit dan dinyatakan dalam kondisi aman dan sehat.
Termasuk yang berbentuk produk pangan, seperti sarang burung walet untuk memastikan tidak ada mikrobiologi yang mungkin bisa membahayakan untuk manusia.
Ada puluhan bahkan ratusan komoditas yang dipamerkan kala itu, baik dalam bentuk yang sudah diawetkan maupun yang masih hidup, seperti ikan. Dan yang paling sering ditemukan adalah burung.
Tak jarang warga yang bermaksud membawa burung sebagai hadiah untuk keluarga yang di luar maupun dalam Kalteng, untuk itu perlu dilakukan tindakan karantina guna memastikan satwa itu bebas dari penyakit yang bisa menular ke satwa lainnya, seperti flu burung.

“Melalui pameran ini diharapkan masyarakat secara umum bisa mengetahui komoditas apa saja yang memungkinkan untuk membawa hama penyakit tersebut, sehingga ketika mereka melalulintaskan komoditas tersebut bisa melapor ke Karantina Pertanian untuk diperiksa kesehatan dan keamanannya,” tuturnya.
Ia menambahkan, melalui pameran tersebut juga diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bekerja sama dengan pihak Karantina Pertanian dalam rangka menjaga Kalteng dari masuk atau tersebarnya penyakit tersebut.
Selain pameran pihaknya juga membuka pintu bagi masyarakat yang ingin belajar atau mencari informasi terkait jenis-jenis flora maupun fauna yang masuk dalam kategori HPHK, HPIK, dan OPTIK, dengan datang langsung ke Kantor Balai Karantina Pertanian. (*)
Palangka Raya Resmi Jadi Tuan Rumah Kongres GMNI XXIII Tahun 2028, Ada Historisnya |
![]() |
---|
Tak Ada Anggaran Tambahan, Pemprov Targetkan RTH Eks KONI Kalteng Selesai Paling Lambat Desember |
![]() |
---|
Panen Jagung di Pekarangan Polresta Palangka Raya, Achmad Zaini: Bukti Bisa Bertani di Tengah Kota |
![]() |
---|
Simpan 24 Paket Sabu, Napi Rutan Kelas IIA Ditangkap Satresnarkoba Polresta Palangka Raya |
![]() |
---|
Pemprov Kalteng Bakal Kaji Pelanggaran Aturan dan Kerusakan Lingkungan oleh 7 Perusahaan Tambang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.