Kobar Marunting Batu Aji

Pemkab Kobar Berhasil Turunkan Angka Stunting di Bawah Provinsi dan Nasional

Pj Bupati Kobar Budi Santosa menyebutkan, angka stunting Kobar saat ini berada di bawah provinsi dan nasional

Editor: Dwi Sudarlan
Istimewa
Pj Bupati Kobar Budi Santosa menerima audiensi Kepala Perwakilan BKKBN Kalimantan Tengah Jeanny Yola Winokan usai meraih penghargaan Kabupaten Terinovatif Penanganan Stunting. 

TRIBUNKALTENG.COM, PANGKALAN BUN - Percepatan penurunan stunting pada balita adalah program prioritas pemerintah pusat, sebagaimana termaktub dalam RPJMN 2020-2024.

Menindaklanjuti program tersebut, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat (Pemkab Kobar) melakukan berbagai upaya penanganan sehingga berhasil menurunkan angka prevalensi stunting.

Pj Bupati Kobar Budi Santosa menyebutkan, angka stunting Kobar saat ini berada di bawah provinsi dan nasional.

"Untuk saat ini hasil penangan stunting di Kobar angkanya sudah berada di bawah target angka provinsi dan nasional," katanya, Senin (21/8/2023).

Untuk Kobar, pada 2019 angka prevalensi stunting sebesar 23,98 persen namun terus mengalami penurunan signifikan tiap tahunya.

Pada 2021 turun menjadi 9,68 persen dan pada tahun lalu kembali ditekan menjadi 4,78 persen

Sementara target prevalensi stunting di Kalteng adalah 15,38 persen pada 2024.

Sedangkan secara nasional targetnya 14 persen pada 2024 mendatang.

Kepala Bappedalitbang Kalteng Kaspinor saat menyerahkan penghargaan pada Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai daerah paling terinovatif penanganan stunting.
Kepala Bappedalitbang Kalteng Kaspinor saat menyerahkan penghargaan pada Kabupaten Kotawaringin Barat sebagai daerah paling terinovatif penanganan stunting. (Istimewa)

Data dari Dinas Kesehatan Kobar menunjukkan hingga Juni 2023,  total balita stunting untuk anak bawah dua tahun (Baduta) dan bawah lima tahun (Balita) sebanyak 521 atau 4,5 persen.

Meski demikian, ucap Budi Santosa, Pemkab Kobar tetapberupaya menurunkan angka stunting seminimal mungkin.

"Meski di bawah angka provinsi dan nasional bukan berarti aman, karena stunting ini berkaitan dengan tumbuh kembang anak-anak maka apapun yang terjadi, stunting akan kita tekan," tegasnya. 

Budi Santosa menuturkan, keberhasilan menurunkan angka stunting tidak lepas dari komitmen dan program yang efektif, serta kolaborasi antara pemerintah daerah dan kelompok masyarakat.

"Selama ini, Pemkab Kobar membangun komitmen bersama masyarakat dan dunia usaha. Kami juga menekankan untuk mempertahankan dan perkuat sinergi serta kolabosari pentahelix (akademisi, swasta, masyarakat, pemerintah, dan media) antarsektor, baik sektor kesehatan maupun nonkesehatan," ujarnya. 

Dengan beragam upaya yang telah dilakukan,  heran jika angka prevalensi stunting terus menurun dan berbagai penghargaan diraih Pemkab Kobar.

Pada Juni 2023, Pemkab Kobar menerima penghargaan sebagai Kabupaten Terinovatif dalam Penanganan Stunting di Provinsi Kalimantan Tengah. 

Plh Sekda Kobar Juni Gultom saat menerima penghargaan dari BKKBN atas upaya percepatan penurunan stunting di daerah pada Forum Nasional Stunting 2022 di Jakarta.
Plh Sekda Kobar Juni Gultom saat menerima penghargaan dari BKKBN atas upaya percepatan penurunan stunting di daerah pada Forum Nasional Stunting 2022 di Jakarta. (Istimewa)
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved