Berita Kotim
Karhutla di Kotim, Januari-Agustus 2023 Tercatat 321 Hektar Lahan Terbakar dan 1111 Hot Spot
Karhutla di Kotim, terdata sejak Januari-Agustus 2023, sebanyak 321 hektar lahan terbakar, sedangkan Hot Spot capai 1111.
Penulis: Devita Maulina | Editor: Fathurahman
TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT - Karhutla di Kotim, terdata sejak Januari-Agustus 2023, sebanyak 321 hektar lahan terbakar, sedangkan Hot Spot capai 1111.
Terhitung dari Januari hingga 21 Agustus 2023, terdapat 109 kasus kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Kotim yang meliputi lahan seluas 321,93 hektar.
Selain, itu sebanyak 1111 titik api atau hot spot terdeteksi pada rentang waktu yang sama, Karhutla di Kotim terus dipantau petugas.
Hal ini diketahui, berdasarkan data Pusdalops PB-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kotim.
Baca juga: Warung Jalan Mahir Mahar Palangkaraya Terbakar, Diduga Dalam Keadaan Kosong Asal Api Dari Belakang
Baca juga: Di Sela Kesibukan Pemadaman Karhutla, Petugas BPBD Kotim Lakukan Perawatan Peralatan Mandiri
Baca juga: Suka-Duka Petugas BPBD Kotim Dalam Memadamkan Kebakaran Lahan, Pergi Pagi Pulang Pagi
Kepala Pelaksana BPBD Kotim Multazam melalui Sekretaris BPBD Kotim, Arief mengatakan, mengacu pada data tersebut kejadian karhutla di Kotim mengalami peningkatan yang sangat signifikan dibanding tahun 2022 lalu.
Hal ini diperkirakan karena dampak fenomena el-nino yang lebih dominan, seperti yang telah diprediksi oleh BMKG.
“Dilihat dari jumlah hot spot saja sudah sangat jauh, pada 2022 lalu jumlah hot spot yang terdeteksi hanya 116 titik, sedangkan tahun 2023 ini yang belum genap 1 tahun sudah terdeteksi 1111 titik,” bebernya, Senin (21/08/2023).
Diketahui, pada tahun 2023 jumlah hot spot mulai mengalami peningkatan sejak bulan April yaitu 52 hot spot, kembali meningkat di bulan Mei dengan 101 hotspot, lalu Juni 92 hot spot, Juli 83 hot spot, dan menukik tajam pada Agustus sebanyak 750 hot spot.
Sedangkan, pada bulan Januari dan Februari masing-masing 14 hot spot, dan Maret 5 hot spot.
Peningkatan jumlah hot spot ini seiring dengan musim kemarau yang melanda wilayah Kotim, dan puncaknya diperkirakan terjadi pada bulan Agustus.
Penyebaran hot spot ini terdeteksi disetiap Kecamatan yang ada di wilayah bumi habaring hurung tersebut.
Namun, berbeda dengan karhutla yang terjadi di beberapa kecamatan saja.
Dimulai dari Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dengan 92,821 hektar, Kecamatan Baamang 68,484 hektar, Kecamatan Kotabesi 62,125 hektar, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan 57,5 hektar.
Lalu, Kecamatan Teluk Sampit 19 hektar, Kecamatan Cempaga 10 hektar, Kecamatan Cempaga Hulu 6 hektar, Kecamatan Parenggean 4 hektar, dan Kecamatan Telawang 2 hektar.
Kendati, ketika ditanya terkait penyebabnya menurut Arief hal tersebut diluar kewenangan mereka untuk menyelidikinya.
“Untuk penyebabnya itu merupakan ranah kepolisian untuk menyelidikinya, tapi informasi yang kami terima sudah ada 1 orang yang berhasil diamankan kepolisian,” ujarnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kalteng/foto/bank/originals/teyt4yyjy.jpg)