Berita Palangkaraya

Karhutla di Kalteng, Prediksi Puncak Kemarau Titik Panas Bertambah, Satgas Terus Lengkapi Sarpras

Karhutla di Kalteng, titik panas atau hotspot di Kalteng kian terus bertambah, ditambah puncak musim kemarau terjadi pada Agustus mendatang

Penulis: Pangkan B | Editor: Sri Mariati
Tribunkalteng.com/ Devita Maulina
Jajaran Forkopimda atau unsur pimpinan daerah di Kotim mengecek kesiapan peralatan untuk penanggulangan karhutla. 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKARAYA – Karhutla di Kalteng, sudah hampir 1 minggu lamanya, tidak ada turun hujan hampir di wilayah Provinsi Kalteng diakhir Juli 2023. Berdasarkan prediksi puncak musim kemarau berada di Agustus nanti.

Kebakaran hutan dan lahan pun atau Karhutla hampir terjadi setiap harinya di sejumlah wilayah di Kalteng, termasuk di Kota Palangkaraya yang lahan gambutnya cukup tinggi.

Antsipasipun akan penanganan Karhutla di Kalteng, Pemprov Kalteng pun menetapkan status siaga darurat.

Peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Tengah kini telah masuk dalam status siaga darurat.

Kesiapsiagaan para Satuan Tugas (Satgas) Kathutla tentunya diuji dalam hal penanganan dan upaya mitigas bencana. Termasuk peralatan yang dipakai untuk penanganan Karhutla.

Baca juga: Karhutla di Kalteng, 1.647 Hotspot dan Lahan Terbakar 1264,50 Hektare Selama Januari Hingga Juli

Baca juga: 56 Kasus Karhutla di Palangkaraya, Kecamatan Jekan Raya dan Sabangau Terbanyak Titik Kebakaran

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Kalimantan Tengah, Ahmad Toyib menjelaskan terkait sarana dan prasarana di lapangan.

“Untuk sarpras teman-teman di lapangan yang melakukan pemadaman Karhutla memang masih belum maksimal,” ungkapnya, Jumat (28/7/2023).

Meski begitu, Kepala BPB-PK Kalteng mengatakan akan melengkapi sarpras satgas Karhutla secara bertahap.

Di sisi lain, BPB-PK Kalteng memaparkan data bertambahnya titik panas di wilayah Kalimantan Tengah.

Dalam sehari, terjadi penambahan sebanyak 86 titik panas di Kalimantan Tengah, yang mana pada Rabu (26/7/2023) sebanyak 1.647 titik panas, kini menjadi 1.733 titik panas.

Seringnya terjadi kebakaran hutan dan lahan, Kepala BPB-PK juga menjelaskan terkait Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU).

“Untuk indeks standar pencemaran udara di wilayah Kalteng saat ini masih dalam status baik,” ungkapnya.

Baca juga: Kebakaran Lahan Dekati Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Sudah 44 Kali Karhutla 30 Ha Terbakar

Baca juga: Bupati Mura Pimpin Apel Gelar Personel dan Sarpras Kesiapsiagaan Karhutla

“Sebentar lagi akan ada distribusi sarpras untuk sebagian teman-teman di lapangan,” ujar Ahmad.

Diketahui bahwa sarpras yang didistribusikan merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Kita akan mendistribusikan sarpras pasa teman-teman yang merupakan bantuan dari BNPB yang akan disalurkan,” tutup Ahmad Toyib. (*)

Sumber: Tribun Kalteng
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved